Kenaikan harga batu bara menjadi sorotan utama dalam pergerakan komoditas dunia sepanjang Maret 2026. Lonjakan tajam komoditas daya ini ikut mendorong kenaikan nilai pada golongan daya secara keseluruhan di pasar internasional.
Secara umum, tren nilai komoditas bumi tetap bergerak variatif baik secara bulanan maupun tahunan. Namun, golongan energi, termasuk batu bara, mencatat kenaikan signifikan dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
“Pada Maret tahun 2026 secara umum, nilai komoditas di pasar dunia bervariasi baik secara month to month ataupun secara year on year-nya. Kenaikan nilai secara tahunan terjadi pada golongan energi, logam mulia serta logam dan mineral. Peningkatan nilai komoditas daya terutama disebabkan oleh peningkatan nilai minyak mentah dan juga batu bara,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konvensi pers, Senin (4/5).
Kenaikan nilai batu bara tercatat cukup tajam secara tahunan, mencerminkan tingginya permintaan dan dinamika pasokan global.
“Harga batu bara di pasar internasional pada bulan Maret tahun 2026 meningkat sebesar 33,31 persen jika dibandingkan dengan kondisi Maret tahun 2025,” ungkapnya.
Di sisi lain, kenaikan nilai tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan keahlian ekspor Indonesia. Meski nilai dunia menguat, ekspor batu bara justru mengalami penurunan pada kuartal I 2026.
“Dan nilai ekspor batu bara terjadi penurunan ialah sebesar 11,51 persen secara kumulatifnya,” tutur dia.
Penurunan ini terjadi di tengah kontribusi besar batu bara terhadap ekspor non-migas nasional. Bersama besi baja serta CPO dan turunannya, batu bara tetap menjadi penopang utama ekspor Indonesia.
“Total ketiganya itu memberikan share sekitar 28,53 persen dari total ekspor non-migas di Indonesia pada periode Januari sampai dengan Maret tahun 2026,” kata Ateng.
Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara tren nilai dunia dan keahlian ekspor nasional. Di satu sisi, nilai nan meningkat semestinya menjadi kesempatan untuk mendorong nilai ekspor. Namun di sisi lain, penurunan volume alias permintaan dari pasar utama diduga menahan laju ekspor batu bara.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·