Harga Bahan Pokok di Priangan Timur Turun Imbas Libur Program MBG

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Harga Bahan Pokok di Priangan Timur Turun Imbas Libur Program MBG Harga telur di pasar tradisional Pancasila turun drastis setelah program MBG terhenti selama masa libur sekolah dan pedagang menjual Rp 26 ribu per kilogram.(MI/Kristiadi)

HARGA sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional wilayah Priangan Timur mengalami penurunan signifikan memasuki masa libur sekolah. Penurunan nilai ini dipicu oleh terhentinya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan selama ini menyerap pasokan dalam jumlah besar.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (22/6/2026), komoditas seperti telur ayam, daging sapi, daging ayam, hingga ramuan dapur mengalami koreksi harga. Hal ini memberikan ruang bagi masyarakat umum untuk mendapatkan stok pangan dengan nilai nan lebih terjangkau.

Daftar Perubahan Harga Bahan Pokok di Priangan Timur:

Komoditas Harga Sebelumnya Harga Terbaru
Telur Ayam Rp 28.000 /kg Rp 26.000 /kg
Daging Sapi Rp 130.000 /kg Rp 125.000 /kg
Daging Ayam Potong Rp 40.000 /kg Rp 37.000 /kg
Bawang Merah Rp 50.000 /kg Rp 45.000 /kg
Bawang Putih Rp 45.000 /kg Rp 40.000 /kg
MinyakKita Rp 20.000 /liter Rp 18.000 /liter

Rina (44), seorang penduduk Purbaratu, mengaku berterima kasih atas penurunan nilai ini. Menurutnya, saat program MBG berjalan, harga-harga condong tinggi lantaran tingginya permintaan. "Alhamdulillah, sekarang lebih leluasa belanja. Telur nan tadinya Rp 28 ribu sekarang jadi Rp 26 ribu per kilogram," ujarnya.

Senada dengan Rina, Yanto (56), seorang pedagang telur di Pasar Pancasila, menjelaskan bahwa pasokan dari pemasok sekarang melimpah. Terhentinya program MBG selama libur sekolah membikin serapan pasar kembali normal, sehingga nilai nan sebelumnya merangkak naik sekarang mulai melandai.

"Penurunan nilai ini sangat terasa dampaknya. Pembeli nan biasanya hanya bisa beli 1 kg lantaran mahal, sekarang rata-rata bisa membeli 1 hingga 2 kg setiap harinya," tutur Yanto.

Beras Premium Masih Tinggi

Meski kebanyakan bahan pokok turun, nilai beras premium terpantau tetap stabil di level tinggi. Lina (40), penduduk Padasuka, menyebut nilai beras premium tetap dibanderol di kisaran Rp 14.000 hingga Rp 16.000 per kilogram.

Para pedagang berkilah belum turunnya nilai beras disebabkan oleh nilai gabah di tingkat petani nan tetap merangkak naik. Kendati demikian, masyarakat tetap antusias berbelanja kebutuhan lain nan harganya sedang turun guna memenuhi kebutuhan rumah tangga selama masa liburan. (AD/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia