Hamdan Zoelva: Syarikat Islam Hidupkan Kembali Api Perjuangan HOS Cokroaminoto!

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

 Syarikat Islam Hidupkan Kembali Api Perjuangan HOS Cokroaminoto!

Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva/Okezone

SURABAYA –  Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa sosialisme Islam alias sosialisme berketuhanan kudu tetap menjadi landasan perjuangan organisasi dalam membangun ekonomi kebangsaan dan kerakyatan.

“Gagasan sosialisme Islam nan diwariskan HOS Cokroaminoto kembali ditegaskan sebagai salah satu injakan perjuangan Syarikat Islam di abad ke-2,” ujarnya saat Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jatim Expo, Surabaya, dikutip, Senin (19/10/2026).

Mantan Ketua MK ini menekankan, pendapat tersebut bukan sekadar bagian dari sejarah SI, melainkan ideologi perjuangan nan kudu terus dikontekstualisasikan dengan persoalan bangsa Indonesia hari ini.

Karena itu, dakwah ekonomi nan menjadi tema Kongres ke-42 tidak diposisikan semata-mata sebagai program pemberdayaan ekonomi umat, tetapi sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan masyarakat nan mandiri, setara dan berdaulat.

ormas

Hamdan mengingatkan, sejak awal kelahirannya, Syarikat Islam memang tumbuh dari keresahan terhadap ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan nan dialami kaum pribumi.

“Gerakan tersebut berasal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) nan didirikan Haji Samanhudi berbareng kalangan pedagang dan pengusaha pribumi di Laweyan, Surakarta,” ujarnya.

Bagi Hamdan, pilihan perjuangan melalui ekonomi bukanlah kebetulan. Kemiskinan dan ketergantungan ekonomi pada masa kolonial telah menjadi sumber beragam persoalan sosial, mulai dari kebodohan, keterbelakangan hingga hilangnya rasa percaya diri masyarakat pribumi.

“Perlawanan dimulai dari aktivitas memperbaiki ekonomi rakyat, lantaran di bagian itulah sumber masalah nan menyebabkan kita dijajah,” kata Hamdan.

Hamdan juga menghubungkan sosialisme Islam dengan pendapat pendidikan HOS Cokroaminoto. Konsep Muslim Nationale Onderwijs nan dirumuskan Cokroaminoto pada 1925, menurutnya, menunjukkan bahwa perjuangan membangun masyarakat merdeka tidak dapat dipisahkan dari penguasaan pengetahuan pengetahuan.

“Pendidikan kudu mempertemukan pengetahuan kepercayaan dengan sains, teknologi, engineering dan matematika,” ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑