Liputan6.com, Jakarta - Pelaksanaan ibadah haji khusus 2026 di Arab Saudi disebut berjalan tertib tanpa ditemukan jemaah nan berangkat melalui jalur tidak resmi. Pemerintah Arab Saudi menerapkan pengawasan ketat sejak pintu masuk negara tersebut guna mencegah penggunaan visa nan tidak sesuai prosedur.
Kepala Subdirektorat Pengawasan Haji Khusus Kementerian Agama RI, dr. Dani Pramudya, mengatakan seluruh jemaah haji unik nan berangkat tahun ini telah terdaftar dalam sistem resmi dan sesuai dengan info nan tercatat oleh otoritas terkait.
“Jadi tidak ada lagi jemaah nan berangkat melalui jalur tidak resmi alias nonprosedural seperti menggunakan visa kunjungan maupun visa amil,” ujar Dani pada tim Media Center Haji di Jeddah, Senin, 15 Juni 2026.
Dani menjelaskan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap calon jemaah nan mempunyai indikasi menggunakan arsip perjalanan tidak sesuai ketentuan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah pelanggaran sebelum jemaah memasuki wilayah Arab Saudi.
“Kami melakukan pengawasan ketat terhadap calon jemaah nan dicurigai menggunakan visa tidak resmi. Karena itu, potensi pelanggaran bisa ditekan sejak awal,” katanya.
Selain memeriksa legalitas keberangkatan, Kemenhaj RI juga memantau kualitas jasa nan diberikan penyelenggara haji unik selama jemaah menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Pengawasan mencakup jasa akomodasi, hotel, transportasi, hingga akomodasi nan diterima jemaah saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Alhamdulillah, dari hasil pengawasan nan kami lakukan, jasa nan diberikan sesuai dengan paket nan ditawarkan kepada jemaah,” jelas Dani.
Meski penyelenggaraan haji unik melangkah sesuai ketentuan, Dani meminta masyarakat tetap berhati-hati ketika memilih biro perjalanan untuk ibadah haji maupun umrah.
Ia mengimbau calon jemaah memeriksa legalitas penyelenggara sebelum melakukan pendaftaran dan pembayaran. Masyarakat dapat meminta info melalui instansi wilayah haji di tingkat provinsi maupun instansi haji kabupaten dan kota.
“Calon jemaah kudu memastikan travel nan dipilih betul-betul amanah. Mereka bisa mengecek ke instansi wilayah haji di provinsi maupun instansi haji di kabupaten dan kota untuk mengetahui status biro perjalanan tersebut,” ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·