Hadiri Wisuda ITS, Mentrans Kenang Sosok Patriot Muda Abdul Rohid

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jakarta -

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menghadiri wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur. Iftitah mengenang sosok Abdul Rohid, alumnus ITS nan meninggal bumi dalam pengabdiannya di Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Kawasan Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah.

Abdul Rohid sejatinya diwisuda pada bulan September 2025. Namun, dia memilih menunda upacara kelulusan untuk ikut Ekspedisi Patriot di Sulawesi.

"Pada kesempatan ini, saya mau menyampaikan satu perihal nan sangat penting. Almarhum Abdul Rohid sebenarnya mempunyai pilihan untuk menempuh jalan nan lebih mudah. Beliau semestinya wisuda pada bulan September tahun lalu, namun dia memilih menunda itu semua," kata Iftitah di Graha ITS, Surabaya, Sabtu (18/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, Rohid memilih berasosiasi ke dalam tim ekspedisi. Rohid memilih mengabdi kepada masyarakat. Menurut Iftitah, keputusannya tersebut merupakan keputusan seorang patriot.

"Dua hari lalu, kami baru saja kembali dari Palu, Sulawesi Tengah. Bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Karantina Nasional, Bea Cukai, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kami melepas ekspor durian ke Tiongkok. Salah satunya dari area transmigrasi Bahari Pombewe Raya," bebernya.

Transmigrasi tersebut menurutnya menyumbang 80% produksi durian di Kabupaten Parigi Moutong. Nilainya, mencapai ratusan miliar hingga triliun rupiah.

Rohid sendiri dua tahun bekerja di wilayah itu. Sehingga menurut Iftitah, Rohid berkedudukan dalam kemajuan di wilayah tersebut khsusunya dalam sektor pertanian nan telah terlihat.

"Ada kontribusi nan tidak pernah dia ceritakan, ada kerja sunyi nan tidak pernah dia tampilkan," sebutnya.

Iftitah telah mendengar kisah hidup Rohid nan penuh kesederhanaan dan perjuangan. Sejak kecil, Rohid berkeinginan untuk mengubah nasib keluarganya.

Rohid mini mau meningkatkan derajat kedua orang tuanya. Dari sanalah tekadnya muncul. Dia berjanji hendak memberangkatkan kedua orang tuanya umrah.

"Ia hidup sederhana, duit dari orang tua sering dia kembalikan. Kalau meminta hanya sedikit. Motorpun dia beli dari beasiswanya sendiri," jelasnya.

Semasa hidupnya, Rohid tidak mau menjadi beban keluarga. Dia sosok nan condong tidak banyak bicara. Meski demikian, banyak prestasi nan ditorehkan olehnya.

Dia melangkah dalam sunyi, tanpa ada nan mendengarkan. Bahkan, family mengetahui Rohid menyimpan segudang prestasi justru ketika dia telah berpulang.

"Tentu ini bukanlah sekadar kerendahan hati, ini adalah ketulusan nan jarang kita temukan hari-hari ini," sebutnya.

Pelajaran nan dapat dipetik dari Rohid menurutnya adalah tentang gimana memberi makan dalam hidup. Meski Rohid tak sempat berdiri di panggung wisuda, dia telah berdiri di tempat nan jauh lebih tinggi.

"Dan hari ini kita semakin memahami bahwa transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan orang. Transmigrasi telah beralih bentuk menjadi banjirnya pengetahuan pengetahuan dan teknologi dengan hadirnya sumber daya manusia unggul untuk pembuatan ekosistem ekonomi berbasis kawasan," paparnya.

"Selamat jalan Abdul Rohid. Kami bakal melanjutkan mimpimu dan jalan pengabdian nan telah engkau bukakan agar hidup ini betul-betul bermakna," kenang dia.

Diketahui, Abdul Rohid meninggal bumi dalam pengabdiannya di Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Kawasan Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah pada Hari Pahlawan, Senin (10/10/2025). Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut semestinya diwisuda dengan predikat cum laude pada September lalu, tetapi memilih menunda upacara kelulusan untuk berangkat ke Sulawesi.

Ekspedisi Patriot merupakan program pengabdian nan memadukan riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Diinisiasi Kementerian Transmigrasi, program ini melibatkan mahasiswa, alumni, maupun pengajar beragam perguruan tinggi, termasuk ITS, untuk terlibat dalam misi pengabdian di beragam daerah. Tim ITS diberangkatkan mulai Sabtu, 23 Agustus 2025 lalu.

Pada Ekspedisi Patriot, Rohid bekerja membantu pemetaan potensi ekonomi di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya. Dijelaskan pihak kampus, kondisi kesehatan Rohid menurun dalam perjalanan bekerja hingga akhirnya meninggal dunia.

Atas pengabdian Rohid, Kementerian Transmigrasi RI menyerahkan piagam penghargaan, ijazah, dan simbol kelulusan dari ITS kepada keluarganya pada upacara penghormatan di Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025).

Sosok Abdul Rohid

Semasa kuliah, Rohid aktif belajar berinovasi berbareng rekan dan dosennya. Salah satu rancangan tim nan dia pimpin, hidroponik berbasis IoT nan dinamai Hi-Pot, sukses meraih juara kedua pada lomba nasional karya tulis ilmiah Agrocompetition nan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agronomi Fakultas Pertanian IPB University pada 2022.

Pada tahun nan sama, Rohid dan rekan-rekan mahasiswa juga meraih juara dua kejuaraan karya tulis ilmiah nasional LOYALISM 2022 Institut Teknologi Telkom Surabaya. Karya timnya berjudul Pemanfaatan Penangkapan Emisi Gas Menjadi Energi Listrik Berbasis Elektrokimia Sebagai Inovasi Industri Untuk Mencapai Net Zero Emissions.

(rdh/dek)


Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News