Hadiri Munas PEWIBI, Menbud Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Wisata Budaya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) pertama dan seminar Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia (PEWIBI) di Auditorium Perpusnas RI, kemarin.

Mengusung tema "Budaya Warisan Hidup: Menuju Peradaban Nusantara Berkelanjutan Masa Depan," seminar ini membahas penguatan kerjasama untuk pengembangan wisata budaya nasional. Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus dan personil PEWIBI dari beragam penjuru Indonesia.

Dalam sambutannya, Fadli mengapresiasi kehadiran PEWIBI sebagai mitra kerjasama strategis, nan sejalan dengan posisi Kementerian Kebudayaan. Ia menegaskan pentingnya petunjuk Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 dimana negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

Lebih lanjut, Fadli menyampaikan potensi wisata budaya Indonesia sangat besar, mulai dari keberadaan lukisan purba tertua di bumi hingga beragam cagar budaya dan living heritage nan tersebar di wilayah Indonesia. Kekayaan budaya tersebut tercermin dari 2.723 warisan budaya takbenda nan tercatat secara nasional, serta 16 di antaranya telah diakui oleh UNESCO.

"Wisata budaya mempunyai potensi ekonomi nan sangat besar. Contohnya, pengelolaan Istana Versailles di Prancis nan bisa menghasilkan sekitar 30 miliar rupiah per hari dari penjualan tiket, belum termasuk pendapatan dari merchandise. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi melalui pengembangan cultural economy dan industri kreatif," jelas Fadli dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Dalam pengembangan ekonomi budaya, Fadli menekankan pembangunan kebudayaan memerlukan kerjasama lintas sektor, melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media. Ia menyampaikan pemerintah membuka kesempatan kemitraan publik-swasta (public-private partnership) untuk revitalisasi situs budaya.

"Ada juga situs-situs budaya kita juga nan didukung dan dibantu oleh pihak swasta, oleh korporasi, apalagi oleh individu-individu filantropis nan cinta kepada budaya," jelasnya.

Pada kesempatan ini, Fadli juga mendorong transformasi situs budaya agar tidak hanya menjadi monumen statis, tetapi berkembang sebagai warisan hidup (living heritage) nan relevan dan berkekuatan guna bagi masyarakat. Menurutnya, melalui kerja sama terutama dengan para pengusaha di bagian wisata, budaya bakal membuahkan hasil baik dan menjadi simbiosis mutualisme,

"Pembangunan kebudayaan tak mungkin dijalankan oleh pemerintah sendiri. Ekosistem kebudayaan nan sehat butuh kerjasama di lintas sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat sipil, BUMN, bumi usaha, swasta, korporasi, media, akademisi, dan komunitas," tegas Fadli.

Sementara itu, Ketua Umum sekaligus pendiri PEWIBI, Irlisa Rachmadiana menyampaikan organisasi nan diresmikan pada 30 Desember 2025 tersebut merupakan perkumpulan nan mempunyai visi untuk membantu pemerintah dalam memajukan wisata berbasis budaya Indonesia melalui keahlian dan swadaya anggotanya.

"Jaringan organisasi ini telah tersebar dari Aceh hingga Papua, serta mempunyai perwakilan di tiga benua, ialah Amerika, Eropa, dan Asia. PEWIBI terus berkomitmen sebagai organisasi non-politis nan menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika," jelasnya.

Sebagai informasi, turut datang pada pertemuan tersebut, di antaraya Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; Pendiri II dan Dewan Pengawas PEWIBI, Wahyuni Sutantri; Sekretaris Jenderal PEWIBI, Ira Damayanti, serta segenap jejeran PEWIBI.

Di akhir rangkaian acara, PEWIBI juga menganugerahkan penghargaan Tokoh Kebudayaan 2026 kepada Fadli Zon sebagai apresiasi atas sepak terjangnya nan berfokus kepada bagian kebudayaan. (ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News