Hadapi Tantangan Global, Wamendagri Dorong Penguatan Ketahanan Daerah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengarahkan pemerintah wilayah (Pemda) hingga pemerintah desa untuk perkuat ketahanan wilayah di tengah ketidakpastian global. Langkahnya ialah melalui penerapan Asta Cita dan pembangunan berbasis desa.

Menurutnya, beragam dinamika geopolitik dan ekonomi bumi nan terjadi saat ini perlu dicermati lantaran berpotensi memengaruhi ketahanan nasional hingga tingkat daerah.

Hal ini disampaikan Wiyagus saat membuka Temu Karya Nasional Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2026 di Kantor Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara (10/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya kita mengharapkan agar seluruh ketua daerah, dari mulai provinsi, kabupaten, sampai ke tingkat desa, bisa betul-betul mengikuti dan memahami. Apakah ini memberikan implikasi ataupun kontribusi terhadap ketahanan nasional secara nasional, kemudian ketahanan wilayah dari mulai tingkat provinsi, tingkat kabupaten, sampai ke tingkat desa," tutur Wiyagus dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Kondisi dunia nan kerap diwarnai dengan bentrok geopolitik dan persaingan ekonomi antarnegara, lanjutnya, menuntut seluruh tingkatan pemerintahan untuk memperkuat ketahanan wilayah sesuai kewenangannya masing-masing. Tentunya, perihal ini juga meliputi tingkat desa mengingat posisinya strategis karena menjadi fondasi pembangunan nasional.

Wiyagus menegaskan, seluruh agenda pembangunan nasional nan tertuang dalam Asta Cita mempunyai keterkaitan erat dengan pemerintahan desa. Oleh lantaran itu, penerapan beragam program prioritas pemerintah kudu bisa menjangkau serta memberikan faedah nyata bagi masyarakat di tingkat desa.

"Tidak ada satu pun Asta Cita nan tidak mengenai dengan pemerintahan desa. Kenapa? Karena semua berasal dari desa. Untuk itu sekali lagi saya mengingatkan, Asta Cita ini bukan hanya dihafalkan, bukan hanya dipahami, tetapi ini kudu betul-betul dapat diimplementasikan, sehingga Outcome-nya itu dirasakan oleh masyarakat kita di tingkat desa," tegasnya.

Menurut Wiyagus, keberhasilan pembangunan desa juga ditentukan oleh keahlian Pemda dalam mengoptimalkan beragam program strategis nasional sesuai dengan potensi masing-masing wilayah. Langkah ini dinilai krusial bukan hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam forum ini, Wiyagus menilai Temu Karya Nasional sebagai forum krusial untuk memperkuat kapabilitas aparatur desa sekaligus meningkatkan kerjasama sesama pemerintah desa dari beragam wilayah di Indonesia.

"Ini forum nan sangat strategis bukan hanya untuk arena koordinasi, kolaborasi, sinergi, tetapi juga menjadi arena Sharing Knowledge dan Sharing Capacity masing-masing pemerintahan desa nan ada di seluruh Indonesia. Kita tidak perlu malu untuk belajar dari pemerintahan desa nan sudah sukses jika memang potensinya sama dengan pemerintahan desa nan ada di kabupaten kita," ujarnya.

Wiyagus juga tak lupa untuk menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan integritas aparatur, serta pemanfaatan teknologi info dalam mendukung pembangunan desa.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar desa bisa menjawab beragam tantangan pembangunan nan semakin kompleks.

Wiyagus menegaskan komitmen Kemendagri untuk terus memfasilitasi Pemda dalam mengakselerasi pembangunan. Termasuk di dalamnya menjembatani koordinasi dengan Kementerian serta lembaga mengenai guna mendukung penyelenggaraan program-program strategis nasional di daerah.

Ia juga sampaikan harapannya mengenai sinergi antara pemerintah pusat, Pemda, dan pemerintah desa agar terus diperkuat demi pembangunan nan melangkah efektif, tepat sasaran, dan bisa memperkuat ketahanan nasional dari tingkat paling bawah.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News