Hadapi Abu Anak Krakatau, Kemenkes Aktifkan Pusat Darurat

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Budi sebelumnya meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap mengantisipasi paparan abu vulkanik. Menurut dia, ada tiga bagian tubuh nan perlu mendapat perhatian, ialah saluran pernapasan, mata, dan kulit.

"Pertama adalah ke pernapasan, kedua adalah ke mata, dan nan ketiga adalah ke kulit. Jadi pernapasan, mata, dan kulit adalah tempat-tempat di mana masalah kesehatan bisa terjadi akibat adanya debu vulkanik ini," ujar Budi.

Untuk mengurangi akibat gangguan pernapasan, masyarakat di wilayah nan terdampak signifikan diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika kudu keluar, masyarakat disarankan menggunakan masker.

"Jaga kesehatan pernapasan, usahakan kegiatannya dilakukan di rumah. Kalau kudu keluar rumah, pastikan memakai masker. Kalau sudah merasa tidak lezat pernapasannya, segera ke puskesmas terdekat lantaran kita sudah men-deploy alat-alat nebulizer dan juga oksigen konsentrator," ucap Budi.

Abu vulkanik juga dapat menyebabkan mata gatal alias mengalami iritasi. Karena itu, masyarakat nan kudu beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan kacamata untuk mengurangi paparan langsung.

"Pencegahannya bagaimana? Itu tadi nomor satu, jika tidak ada aktivitas kudu keluar, usahakan itu di dalam. Tapi jika kudu keluar, usahakan memakai kacamata ya, usahakan memakai kacamata agar debunya agak terhalang masuk ke mata kita," kata Budi.

Jika abu masuk ke mata, masyarakat diminta tidak menguceknya. Mata dapat dibersihkan menggunakan air dan penduduk bisa mendatangi puskesmas jika keluhan berlanjut.

"Kalau terpaksa sudah debunya masuk, ya pastikan jangan dikucek-kucek ya, bersihkan pakai air dan segera ke puskesmas lantaran semua puskesmas sudah kita kasih obat tetes mata ya. Jadi jika sudah kena, treatment-nya seperti apa, jangan dikucek-kucek, bersihkan pakai air dan jika perlu obat tetes mata," sambung dia.

Paparan abu juga perlu diantisipasi pada kulit. Budi meminta masyarakat membersihkan tubuh dengan air setelah kembali dari luar rumah. Pembersihan dilakukan secara hati-hati lantaran partikel abu vulkanik dapat mempunyai permukaan nan tajam.

"Balik lagi jika tidak usah keluar rumah ya di dalam rumah saja. Tapi jika sudah kena, setiap kembali ke rumah pastikan dibersihkan dengan air ya, pastikan dibersihkan dengan air dengan hati-hati lantaran mungkin saja ada beberapa partikelnya nan tajam ya, bersihkan dengan hati-hati," terang dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita