loading...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta. Foto/ Daily
LONDON - Peretas memanfaatkan asisten AI Meta untuk membajak sejumlah akun IG besar, memaksa jejaring sosial tersebut untuk merilis patch darurat.
Beberapa akun IG utama, termasuk akun Gedung Putih selama pemerintahan mantan Presiden Barack Obama dan Kepala Staf Angkatan Luar Angkasa AS, diretas dan antarmuka mereka diubah dengan gambar dan pesan nan mendukung Iran selama akhir pekan.
Insiden tersebut terjadi setelah petunjuk tentang langkah mengakali perangkat bantu AI Meta agar mereset kata sandi akun mulai beredar di Telegram.
Menurut info nan dibagikan di Telegram pada tanggal 31 Mei, chatbot AI Meta secara otomatis menambahkan alamat email baru ke akun nan sudah ada sebagai bagian dari proses pengaturan ulang kata sandi standar.
Tangkapan layar darivideoTelegram menyatakan bahwa chatbot AI Meta dapat dieksploitasi untuk mengubah kata sandi IG target. (Gambar: krebsonsecurity)
Video nan diunggah oleh golongan peretas tersebut menunjukkan metode nan relatif sederhana untuk mengeksploitasi kerentanan tersebut.
Penyerang menggunakan hubungan Virtual Private Network (VPN) dengan alamat IP nan cocok alias mendekati letak nan dikenal target, meminta pengaturan ulang kata sandi, dan memilih opsi untuk mengobrol dengan asisten AI.
Di sini, peretas menginstruksikan chatbot untuk menautkan akun ke alamat email baru. Sistem kemudian mengirimkan kode verifikasi satu kali agar peretas dapat mengubah kata sandi.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·