Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan pentingnya menghadirkan suasana nan kondusif dan nyaman bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat selama mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Pastikan mereka kondusif dan nyaman, tidak ada perploncoan, tidak ada tindakan kekerasan, tidak ada hal-hal nan menciderai MPLS," kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat Rapat Koordinasi dengan seluruh Kepala Sekolah Rakyat secara daring di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Suasana kondusif dan nyaman kudu dibangun agar memudahkan para siswa beradaptasi dengan lingkungan baru. Termasuk untuk siswa lama nan beranjak dari sekolah rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen.
"Ini masa dimana kita kudu punya keahlian untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi nan baru baik untuk siswanya, penduduknya, maupun juga untuk tenaga kependidikan nan lain," jelasnya.
Kepala Sekolah dan Guru Diminta Mendampingi Siswa dengan Empati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296678/original/038007900_1784020937-WhatsApp_Image_2026-07-14_at_16.07.59__2_.jpeg)
Perbesar
Lantaran itu Gus Ipul berpesan kepada para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik untuk melakukan pendampingan kepada siswa dengan hati dan penuh empati.
"Kuatkan mereka, dampingi dengan penuh empati dan untuk itu bapak-ibu sekalian saya berharap, kita sukses menciptakan kondisi mereka nyaman di Sekolah Rakyat," ujarnya.
Selain itu Gus Ipul juga berpesan untuk memastikan kebutuhan siswa tercukupi dengan baik serta belajar dari pengalaman tahun lalu. Mengingat di bulan pertama dan kedua adalah masa nan paling banyak tantangannya.
"Belajar dari tahun nan lampau banyak sekali tantangannya. Ada nan tidak betah, ada nan kangen orang tua, hadapi itu semua dengan baik. Mereka bakal jadi anak-anak nan bisa mengikuti pembelajaran dengan baik," tambahnya.
Gedung Sekolah Rakyat Disebut Simbol Keberpihakan Negara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296679/original/045774500_1784020937-WhatsApp_Image_2026-07-14_at_16.07.59.jpeg)
Perbesar
Gus Ipul juga menyampaikan untuk menjaga dan merawat dengan baik gedung serta sarana dan prasarana pada Sekolah Rakyat Permanen. Menurutnya itu adalah simbol keberpihakan negara kepada nan membutuhkan.
"Maka itu rawat dengan baik lantaran itu dibangun dengan menggunakan duit rakyat. Dan itu adalah persembahan Presiden Prabowo untuk family nan paling tidak mampu," pesannya.
Kepada seluruh Kepala Sekolah Rakyat, Gus Ipul juga membujuk untuk menciptakan suasana kedisiplinan secara terukur, terencana dan diimplementasikan dengan baik dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga ketika memasuki Sekolah Rakyat dapat langsung terlihat kedisiplinan dan pendidikan karakter.
Pelaksanaan MPLS di 101 Sekolah Rakyat bakal dilakukan secara berjenjang melalui empat gelombang. Gelombang pertama diikuti 19 Sekolah Rakyat Permanen pada 14 Juli, kemudian 63 Sekolah Rakyat Permanen pada 31 Juli, delapan Sekolah Rakyat rintisan di Jabodetabek pada 15 Agustus, dan ditutup 11 Sekolah Rakyat Permanen pada 31 Agustus.
(*)
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·