Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul takziah ke rumah duka salah satu korban kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL, hari ini. Gus Ipul menyampaikan belasungkawa sekaligus memanjatkan angan berbareng family nan ditinggalkan.
Korban, Nuryati (62), penduduk Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggal bumi dalam peristiwa nan terjadi pada Senin (27/4). Saat kejadian, almarhumah tengah dalam perjalanan menuju Cikarang untuk menjenguk anaknya nan dirawat di rumah sakit. Dia berangkat berbareng putri ketiganya dan cucunya nan selamat dalam kejadian tersebut.
Gus Ipul tiba di rumah duka sekitar pukul 09.35 WIB didampingi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Masriani Mansyur, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil I Ketut Supena, dan Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi. Setibanya di lokasi, Gus Ipul langsung menyalami satu per satu putra putri almarhumah dan menyampaikan duka cita nan mendalam.
"Saya turut bersungkawa cita. Kita semua tentu merasa kehilangan," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Gus Ipul menyampaikan bahwa musibah tersebut menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto dan memastikan support kepada para korban tersampaikan.
"Kementerian Sosial diberi tugas untuk melakukan asesmen terhadap keluarga-keluarga korban agar paling tidak bisa bersama-sama menghadapi musibah ini, bisa kuat, sabar, pulih," ungkap Gus Ipul.
Tangis family almarhumah pecah saat Gus Ipul mengenang sosok almarhumah di hadapan keluarga. Dia menyebut Nuryati sebagai sosok nan tidak hanya memikirkan keluarganya, tetapi juga aktif dalam aktivitas sosial dan keagamaan di lingkungannya.
"Semangat almarhumah, peninggalan-peninggalan almarhumah kudu bisa kita teruskan. Semangat kemanusiaan, semangat membujuk kebaikan, semangat memberdayakan," tuturnya.
Suasana haru menyelimuti rumah duka saat angan berbareng dipanjatkan. Doa dipimpin oleh Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib.
"Semoga almarhumah pergi dalam keadaan syahid, segala kebaikan baiknya diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, segala dosa-dosanya diampuni, family nan ditinggalkan diberi kesabaran," ucap Gus Ipul.
Kemensos menyerahkan support tahap awal berupa santunan tali asih duit tunai, paket sembako, serta perangkat bantu dengar untuk putra almarhumah nan mengalami gangguan pendengaran.
Selanjutnya, Kemensos bakal memberikan support lanjutan berupa program pemberdayaan ekonomi. Hal ini mengingat almarhumah sebelumnya menjalankan upaya warung mini di depan rumahnya nan rencananya bakal diteruskan oleh keluarga.
Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos bakal mendampingi family korban agar dapat bangkit secara sosial maupun ekonomi.
"Kami datang tidak hanya menyampaikan bela sungkawa, tapi juga melakukan asesmen, perbincangan dengan family apa nan perlu diberikan support ke depan agar warisan-warisan almarhumah ini bisa diteruskan oleh keluarganya," ujarnya.
Gus Ipul juga memastikan bahwa seluruh korban lainnya, baik nan meninggal bumi maupun luka-luka bakal mendapatkan asesmen dan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.
"Tidak hanya bertindak untuk almarhumah, tapi seluruh korban baik nan wafat maupun nan luka-luka kita berikan asesmen. Nanti bakal kita berikan support sesuai kebutuhan setiap keluarga," jelasnya.
Di akhir kunjungan, anak pertama almarhumah, Halimah (41), mengucapkan rasa terima kasih atas perhatian Kemensos.
"Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Menteri untuk kunjungannya dan atas support-nya kepada family kami dan terima kasih juga atas bantuannya Bapak Menteri," tutup Halimah. (akn/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·