Gus Ipul Sayangkan Pernyataan Cak Imin: Jangan Reduksi NU Jadi Urusan PMII dan HMI

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) demisioner Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengecam pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) nan menyebut Nahdlatul Ulama (NU) terpuruk dalam lima tahun terakhir dan mengaitkannya dengan latar belakang organisasi PMII dan HMI.

Gus Ipul menilai pernyataan tersebut tidak layak disampaikan seorang tokoh sekelas Cak Imin. Menurutnya, persoalan NU tidak boleh direduksi menjadi sentimen golongan maupun latar belakang organisasi kader.

"Pertama, saya menyayangkan sekali kenapa Cak Imin mereduksi urusan NU menjadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan nan memprihatinkan," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak semestinya pernyataan seperti itu keluar dari seorang tokoh seperti Cak Imin. Saya menyayangkan betul," sambungnya.

Gus Ipul juga mengkritik Cak Imin nan menyeret nama sejumlah tokoh dalam pernyataannya. Menurut Gus Ipul, membawa nama orang lain dalam tudingan semacam itu tidak tepat, sekalipun kemudian dianggap sebagai candaan.

"Nama-nama tokoh lain juga disebut. Itu selayaknya tidak disampaikan oleh Cak Imin, meskipun mungkin dianggap berbual alias sekadar iseng," ujar Gus Ipul.

"Pernyataan seorang tokoh publik tentu mempunyai akibat dan menjadi perhatian masyarakat," sambungnya.

Gus Ipul juga mempertanyakan dasar Cak Imin nan berulang kali menyebut kepemimpinan PBNU gagal. Gus Ipul mengingatkan bahwa NU bukan milik individu, kelompok, partai politik, PMII ataupun HMI. NU adalah jam'iyah besar nan keberhasilan maupun kekurangannya kudu dinilai secara utuh dan objektif.

"Kalau mau mengatakan PBNU tidak berhasil, tunjukkan kebenaran dan datanya. Jangan sekadar membangun opini. Boleh saja memberikan penilaian, tetapi kudu didasarkan pada fakta, data, dan ukuran nan jelas," tegas Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, seluruh keputusan krusial PBNU, termasuk rangkaian persiapan hingga penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU, merupakan hasil sistem organisasi dan keputusan rapat, bukan keputusan pribadi orang per orang.

"Seluruh rangkaian muktamar, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya, diputuskan melalui rapat. Tidak ada nan dilakukan berasas pertimbangan pribadi," kata Gus Ipul.

"Jadi jika ada keberhasilan, itu keberhasilan bersama. Kalau ada kekurangan, tentu juga kudu dievaluasi bersama," sambungnya.

Karena itu, Gus Ipul meminta Cak Imin tidak membawa NU ke dalam narasi pertentangan antarkelompok nan justru berpotensi mengecilkan kebesaran organisasi.

"NU terlalu besar jika hanya dipandang dari kacamata PMII alias HMI, apalagi dari kepentingan politik sesaat. Jangan NU direduksi menjadi urusan golongan tertentu," tegas Gus Ipul.

Gus Ipul kembali menyatakan penyesalannya atas pernyataan tersebut. Ia berambisi masyarakat dapat melihatnya secara bening dan tidak terbawa pada narasi nan mengadu latar belakang golongan di lingkungan NU.

"Saya menyesalkan dan menyayangkan pernyataan itu. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami dengan baik," jelas Gus Ipul.

"Bisa jadi pernyataan seperti ini muncul lantaran kepentingan sesaat Cak Imin," lanjutnya.

Sebelumnya, Cak Imin menyoroti kondisi NU dalam lima tahun terakhir. Ia menyebut NU mengalami keterpurukan dan mengaitkannya dengan kepemimpinan tokoh berlatar belakang HMI.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News