Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan pentingnya info nan jeli dan kredibilitas dalam mengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) alias panti asuhan. Dengan demikian, jasa nan diberikan dapat melangkah maksimal dan tepat sasaran.
Gus Ipul pun menekankan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pedoman info dalam penyelenggaraan program kesejahteraan sosial, termasuk nan dilaksanakan oleh LKS.
"Jadi salah satu tugas saya dengan Ibu Gubernur, dengan Bupati/Wali Kota melalui Dinsos masing-masing adalah melakukan pemutakhiran data. Ini petunjuk Bapak Presiden, semua bisa ikut berpartisipasi," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Dialog Menteri Sosial dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial se-Provinsi Jawa Timur di Ruang Rapat Hayam Wuruk, Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, kemarin.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan terdapat dua jalur pemutakhiran data. Pertama melalui jalur formal, mulai dari RT/RW dan Lurah alias Kades, kemudian ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan Provinsi dan ditetapkan Kepala Daerah.
"Ini sudah kita kasih saluran unik bu, namanya aplikasi SIKS-NG. Dimana aplikasi ini adalah menjadi penghubung antara Operator Desa, Operator Dinsos dan juga Operatornya Kementerian Sosial," jelas Gus Ipul.
Selain jalur formal, ada jalur partisipasi nan bisa diakses oleh siapapun, melalui aplikasi Cek Bansos, Call Center maupun WA Center.
Gus Ipul juga membujuk para pengelola LKS untuk membangun kredibilitas melalui proses akreditasi. Dengan begitu, lembaga bisa membangun kerjasama dan kerja sama dengan beragam pihak termasuk lembaga filantropi, tanpa kudu selalu tergantung kepada anggaran negara.
"Maka itu dalam kesempatan nan baik ini, saya mau membujuk seluruh pengelola LKS, mari kita buat lembaga kita kredibel," ucap Gus Ipul.
Kedepan, Gus Ipul berambisi pertemuan dengan pengelola LKS ini dapat menghasilkan rencana tindakan berbareng nan berakibat dan bisa meningkatkan pelayanannya, dengan melakukan revitalisasi, akreditasi, dan penguatan sumber daya manusia.
"Sehingga LKS betul-betul bisa melayani dengan baik mereka nan memerlukan pelayanan sosial," imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Sosial mengenai penetapan Permensos Nomor 5 Tahun 2024 tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial.
"Artinya, Pak Menteri betul-betul konsentrasi gimana mitra strategis kita untuk dihidupkan kembali, diperhatikan," kata Adhy.
Senada, Adhy Karyono juga menekankan pentingnya identifikasi data, legalisasi dan standarisasi pelayanan LKS.
"Setelah terakreditasi dengan baik kelembagaannya, tentu kita kudu bisa memastikan bahwa nan dilakukan oleh LKS itu memenuhi standar penyelenggaraan aktivitas sosial," katanya.
Sebagai informasi, turut datang pada aktivitas ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, dan Pejabat Kemensos lainnya.
Selanjutnya, juga turut datang Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, Ketua Baznas Jawa Timur, Prof. KH. Ali Maschan Moesa, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, para Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta pejabat mengenai lainnya.
Dalam kesempatan ini para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya menghibur para tamu undangan dengan penampilan hadrah dan tari tradisional Remo. (akn/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·