Gus Ipul Apresiasi Hasil Survei Kepala Sekolah Rakyat: Naikkan Level

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memberikan pembekalan kepada para Kepala Sekolah Rakyat agar siap memimpin satuan pendidikan nan tidak hanya berorientasi pada akademik, tapi juga membangun karakter dan mengembangkan seluruh potensi peserta didik.

Arahan tersebut disampaikan secara daring kepada 191 Kepala Sekolah Rakyat, terdiri atas 166 kepala sekolah pada titik existing dan 25 kepala sekolah pada titik baru di sela aktivitas Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, nan dipusatkan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelum menyampaikan arahannya, Gus Ipul memaparkan hasil survei terhadap 174 kepala Sekolah Rakyat nan menggambarkan optimisme sekaligus tantangan menjelang dimulainya MPLS. Survei menunjukkan tingkat kesiapan mental kepala sekolah mencapai 8,95 dari skala 10, sementara kepercayaan dalam mengambil keputusan berada pada nomor 8,74 dari 10.

Sebanyak 72 persen responden mengaku memandang penugasan di Sekolah Rakyat sebagai tantangan nan memacu semangat, dan 94 persen menyatakan telah mempunyai orientasi kepemimpinan jangka panjang sebagai pembangun sistem pendidikan.

Kendati demikian, survei juga mengungkap tetap adanya sejumlah tantangan nan perlu segera diselesaikan. Hanya 18 persen kepala sekolah menyatakan siap sepenuhnya menghadapi MPLS, 26 persen siap sebagian, 38 persen tetap menghadapi hambatan signifikan, dan 17 persen mengaku belum siap.

Berbagai kebutuhan nan disampaikan para kepala sekolah antara lain tambahan pembimbing dan tenaga kependidikan (77 persen), pendampingan langsung dari Pusdiklat/PPK (61 persen), kejelasan anggaran (56 persen), serta training dan pembekalan lanjutan (48 persen).

Di lapangan juga tetap ditemukan beberapa persoalan, seperti kesiapan sumber air di salah satu Sekolah Rakyat permanen, penyelesaian status kepegawaian dan SK kepala sekolah di sejumlah lokasi, hingga penyelesaian pembangunan beberapa gedung permanen.

Menanggapi hasil tersebut, Gus Ipul menegaskan seluruh masukan bakal menjadi perhatian Kementerian Sosial berbareng satuan kerja terkait. Menurutnya, kepala sekolah tidak melangkah sendiri dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

“Masalah kudu dihadapi, jangan takut kekurangan masalah. Itu tanda negara sedang mempercayakan sesuatu nan besar kepada kita semua,” ujar Gus Ipul, dikutip Kamis (9/7/2026).

Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak diukur dari lahirnya segelintir siswa berprestasi, melainkan dari keahlian sekolah membangun sistem nan bisa mengembangkan seluruh peserta didik.

“Kalau ada 28 anak berkembang, sementara dua anak tertinggal, itu bukan sekadar persoalan dua anak. Itu persoalan sistem. Mari kita bangun sistem agar semua siswa bisa terlayani. Tidak ada siswa nan tertinggal,” tegasnya.

Menurut Gus Ipul, setiap anak mempunyai potensi nan berbeda sehingga seluruh kepala sekolah kudu bisa memetakan dan mengembangkan talenta tersebut. Ada anak nan unggul di bagian olahraga, seni, bahasa, kepemimpinan, hingga beragam keahlian lainnya. Pendidikan berasrama selama 24 jam nan diterapkan di Sekolah Rakyat memberi ruang luas bagi sekolah untuk mengembangkan karakter tersebut.

Ia mencontohkan setiap Sekolah Rakyat kudu mempunyai identitas dan kelebihan masing-masing, mulai dari tim baris-berbaris kreatif, paduan suara, pencak silat, drama berkata asing, hingga keahlian berpidato dalam bahasa internasional. Menurutnya, seluruh potensi itu kudu menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar aktivitas tambahan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑