
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan sebanyak 11 ribu family penerima faedah (KPM), support sosial (bansos) terindikasi terlibat gambling online (judol) pada triwulan pertama 2026.
Jumlah tersebut disebut menurun drastis dibandingkan temuan pada 2025, ketika sebanyak 600 ribu KPM dicoret dari daftar penerima bansos lantaran terindikasi terlibat judol.
"Tahun lampau kita sudah mencoret 600 ribu waktu itu. Kemudian ada beberapa nan kami berikan kesempatan menerima kembali setelah melakukan reaktivasi lantaran berasas info dan hasil ground check, mereka memang tetap sangat memerlukan support sosial," ungkap Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan, pemerintah tetap memantau penggunaan bansos agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Untuk tahun 2026, Kemensos mencatat penurunan signifikan jumlah penerima bansos nan terindikasi bermain gambling online. Pada triwulan pertama 2026, lebih dari 11 ribu KPM dicoret, sedangkan pada triwulan kedua tersisa 75 KPM dan seluruhnya juga telah dicoret.
"Namun demikian, tetap kita ikuti perkembangannya agar bansos bisa dimanfaatkan dengan baik. Untuk tahun 2026 ini ada 11 ribu lebih nan kami coret pada triwulan pertama, dan untuk triwulan kedua ada 75 KPM nan kami coret," ujarnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·