Guru Besar Ekonomi Bisnis: Pencalonan Destry Jaga Kepercayaan Pasar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Pencalonan Destry Jaga Kepercayaan Pasar Ilustrasi(MI/USMAN ISKANDAR)

PENCALONAN Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapat respons positif dari pasar. Guru Besar Bidang Ekonomi Bisnis serta Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Rosdiana Sijabat, S.E., M.Si., Ph.D.., memandang perkembangan tersebut sebagai sinyal positif terhadap sosok nan dinilai mempunyai pengalaman dan kapabilitas untuk memimpin bank sentral.

Menurut Prof. Rosdiana, respons sigap pasar terlihat positif dengan adanya penguatan nilai tukar rupiah secara tipis, dan pergerakan transaksi saham di pasar modal ke area hijau. Respons positif ini tidak terlepas dari pengalaman Destry nan dinilai cukup komplit untuk menjawab kebutuhan kepemimpinan Bank Indonesia saat ini.

“Pengalaman beliau itu cukup komplit. Bukan hanya punya pengalaman di Bank Indonesia namun juga pengalaman panjang di sektor finansial dan perbankan, serta peneliti di perguruan tinggi hingga LPS. Kombinasi pengalaman ini krusial lantaran Gubernur BI bukan hanya dituntut bisa mengelola kebijakan moneter, tetapi juga ekspektasi pasar dan koordinasi dengan pemerintah,” jelasnya.

Kedekatan Destry dengan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut menjadi perhatian, mengingat besarnya peran UMKM dalam struktur pelaku upaya di Indonesia dan potensi respons positif dari kalangan pelaku usaha.

Lebih jauh, Prof. Rosdiana menilai ekspektasi pasar menjadi salah satu pertimbangan krusial dalam proses pergantian kepemimpinan BI. “Tantangan Bank Indonesia ke depan bukan hanya gimana mengendalikan nilai tukar dan inflasi, tetapi juga gimana memastikan independensi dan kredibilitas kebijakan tetap terjaga. Karena itu, krusial menghadirkan sosok nan dipandang pasar bisa menjaga independensi Bank Indonesia,” ujarnya.

Pencalonan Destry, menurut Prof. Rosdiana, menjadi langkah strategis dalam menjaga kepercayaan pasar di tengah perlambatan ekonomi global, sementara Gubernur BI mendatang bakal menghadapi tantangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi sekaligus merespons dinamika ekonomi dunia nan tetap belum sepenuhnya menguntungkan bagi Indonesia.

Pandangan Prof. Rosdiana menegaskan bahwa kepemimpinan Bank Indonesia ke depan memerlukan lebih dari sekadar pengalaman dan kapabilitas teknis, tetapi juga keahlian untuk menjaga kepercayaan pasar, mempertahankan independensi lembaga, dan memastikan stabilitas ekonomi di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global. (H-2)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia