Jakarta, CNN Indonesia --
Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Selasa (8/9) ini, sejak awal hari hingga siang WIB. Setidaknya empat kali gunung api di Selat Sunda itu erupsi sepanjang hari ini.
Selain itu, Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara dan Gunung Ile Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dilaporkan erupsi acapkali sepanjang hari ini. Hal itu terpantau dalam laporan pada kondusif Informasi Letusan pada situs resmi pantauan gunung api se-Indonesia, Magma Kementerian ESDM.
Gunung Ibu
Sejak awal hari tadi hingga siang ini, Gunung Ibu dilaporkan tujuh kali erupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erupsi terbaru dilaporkan terjadi pukul 12.01 WIT alias 10.01 WIB.
"Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan lama 44 detik," demikian dilaporkan petugas Darsono Haji Muhammad Nur dikutip dari situs Magma ESDM.
Status gunung itu saat ini Waspad alias Level III.
Pada awal hari tadi, gunung itu erupsi pukul pukul 00:36 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan lama 54 detik.
Kemudian pukul 09.07 WIT, erupsi terjadi namun visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan lama 42 detik.
Pada pukul 09.17 WIT, erupsi juga terjadi namun visual letusan tidak teramati.
"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan lama 60 detik," tulis petugas dalam laporan di laman tersebut.
Dan pada pukul 11.13 WIT, erupsi juga terjadi dan visual letusan tidak teramati.
Selanjutnya pada pukul 11.40 WIT, erupsi terjadi dengan visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan lama 48 detik.
Ile Lewotolok
Gunung atau ile Lewotolok di Pulau Lembata, NTT, mengalami erupsi pada pukul 06.35 WITA
"Tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 2223 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat," demikian laporan petugas Yeremias Kristianto Pugel dikutip dari laman tersebut.
"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan lama 180 detik," imbuhnya.
Status gunung itu saat ini adalah Waspada (Level II).
Gunung Anak Krakatau
Sementara itu Anak Krakatau, mengutip dari laman Informasi Letusan pada situs resmi pantauan gunung api se-Indonesia, Magma Kementerian ESDM, gunung di perairan Selat Sunda itu mengalami empat kali erupsi hingga per pukul 11.34 WIB.
Berdasarkan laporan nan dibuat petugas Deny Mardiono, pada erupsi tersebut visual letusannya tidak teramati.
"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan lama 17 detik," kata dia.
Erupsi pertama Anak Krakatau pada Selasa ini terjadi awal hari tadi adalah pada pukul 05.08 WIB.
"Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan lama 15 detik," demikian dikutip dari situs tersebut berasas laporan nan dibuat .
Erupsi kedua terjadi sekitar separuh jam kemudian.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:34 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dan lama 10 detik," demikian dilaporkan.
Kemudian erupsi ketiga terjadi sekitar dua jam kemudian.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 07:49 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm dan lama 19 detik," demikian laporan nan ditulis Anggi Nuryo Saputro pada laman tersebut.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau sempat berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Namun, potensi letusan susulan tetap tergolong tinggi.
Kepala PVMBG Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati, dalam keterangannya mengatakan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III alias Siaga meski erupsi menerus telah berhenti.
(kid/ugo)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·