Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi Tewaskan 2 Orang, PVMBG Buka Suara

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat per 8 Mei 2026 ini aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, tetap tinggi dan berada pada status Level II (Waspada).

Gunung nan terletak di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo ini tercatat sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025, kembali mengalami peningkatan erupsi magmatik eksplosif cukup intensif sejak awal tanggal 30 Maret 2026 terjadi 199 kali erupsi dengan ketinggian kolom erupsi 50-400 meter dari puncak.

"Erupsi terbaru tercatat terjadi pada tanggal 8 Mei 2026 pukul 07:41 WIT disertai bunyi dentuman lemah - kuat, terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 34 mm dan lama 967.56 detik," terang PVMBG dalam website resminya, Jumat (8/5/2026).

Adapun kolom erupsi nan diamati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak. Arah sebaran abu condong ke arah utara, sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik.

PVMBG mencatat, kondisi ini meningkatkan akibat terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan. Aktivitas erupsi secara visual dan kegempaan teramati meningkat kembali sejak 29 Maret 2026, rata-rata terjadi 95 kejadian erupsi.

Sejak 11 Desember 2024, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.

"Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan bakal potensi ancaman sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan. Aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut nan berhulu di puncak Gunung Dukono," tegas PVMBG.

Pemerintah daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara, diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono nan berlokasi di Desa Mamuya.

Korban Jiwa

BNPB berbareng Badan Geologi dan PVMBG telah melakukan koordinasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan hasil komunikasi sementara Badan Geologi telah melakukan pemantauan secara konsisten terhadap aktivitas vulkanik Gunung Dukono dan rutin menyampaikan peringatan awal kepada pihak mengenai terkait peningkatan aktivitas gunung api tersebut.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, Kementerian Pariwisata dilaporkan telah mengeluarkan surat penutupan area pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi akibat terhadap keselamatan visitor dan masyarakat di sekitar area gunung.

Di sisi lain, berasas info sementara nan diperoleh dari koordinasi berbareng lintas instansi, termasuk Basarnas, terdapat laporan adanya 2 visitor nan diduga meninggal bumi akibat kejadian di area Gunung Dukono. Namun demikian, info tersebut tetap dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait.

Dari hasil obrolan sementara antarinstansi, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata alias pihak nan tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan area wisata pendakian Gunung Dukono. Pemerintah terus melakukan pendalaman info untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Di samping itu, pemantauan aktivitas Gunung Dukono juga bakal terus dilakukan secara berkala dan pertimbangan tingkat aktivitas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi vulkanik di lapangan.

BNPB mengimbau masyarakat, visitor dan pendaki untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi pengarahan resmi dari pemerintah wilayah dan petugas PVMBG. Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius rawan nan telah direkomendasikan otoritas mengenai serta menggunakan masker andaikan terjadi hujan abu vulkanik.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News