Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |10:38 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau (Foto: PVMBG/Okezone)
JAKARTA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut potensi terjadinya letusan tetap tinggi.
Berdasarkan pertimbangan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga 8 September 2026, terpantau aktivitas kegempaan nan tetap berlangsung. Pada periode 7-8 September 2026 tercatat dua kali gempa erupsi, empat kali gempa hembusan, 76 kali gempa low frequency, 100 kali gempa hybrid/fase banyak, delapan kali gempa vulkanik dangkal, dan sembilan kali gempa vulkanik dalam.
Dalam pertimbangan tersebut, satu bagian erupsi menerus nan dimulai pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berhujung pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berjalan selama 25 jam. Setelah erupsi menerus tersebut berakhir, hingga 8 September 2026 tercatat telah terjadi enam kali erupsi Strombolian.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan kembalinya erupsi Strombolian untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari bagian erupsi menerus nan cukup panjang.
"Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakter erupsi Gunungapi Anak Krakatau, untuk sementara ini diinterpretasikan sebagai akhir dari bagian erupsi menerus nan cukup panjang. Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunungapi Anak Krakatau tetap terus dipantau dan dievaluasi," kata Lana dalam laporan pertimbangan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026).
Meski bagian erupsi menerus telah berakhir, Badan Geologi menilai potensi terjadinya letusan tetap tinggi. "Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah tetap tinggi," ujar Lana.
Ancaman ancaman erupsi saat ini berasal dari lontaran batu pijar nan disertai hujan abu lebat. Selain itu, terdapat potensi ancaman aliran lava andaikan erupsi menerus kembali terjadi.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·