Gudang Garam Buka-bukaan Bandara Dhoho Belum Kasih Cuan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengakui operasional Bandara Dhoho, Kediri, Jawa Timur, belum memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan. Kondisi tersebut diperkirakan tetap berjalan dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur Gudang Garam, Istata Taswin Siddharta, mengatakan Bandara Dhoho merupakan proyek jangka panjang. Namun hingga saat ini, dia mengakui operasional airport tersebut belum berkontribusi terhadap pendapatan dan penghasilan Gudang Garam.

"Karena airport ini merupakan proyek jangka panjang, sampai saat ini belum memberikan kontribusi positif buat perusahaan, dan itu bakal kami perkirakan tetap seperti itu buat beberapa tahun ke depan," ungkap Istata dalam Public Expose secara virtual, Kamis (20/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istata tak menjelaskan lebih lanjut penyebab minimnya kontribusi operasional Bandara Dhoho terhadap keahlian finansial perseroan. Ia juga menegaskan, perseroan belum mempunyai rencana investasi di luar pengembangan airport dan tol.

"Selain Dhoho dan proyek jalan tol, sementara ini kita tidak punya rencana nan lain," pungkasnya.

Sepanjang semester I-2026, GGRM membukukan penurunan pendapatan sebesar 7,2% menjadi Rp 41,18 triliun imbas turunnya penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Direktur Gudang Garam, Heru Budiman, menjelaskan volume perdagangan turun 13,6% sepanjang semester I-2026, namun perseroan mencatatkan penurunan beban pendapatan sebesar 13,6%.

"Pendapatan perseroan turun 7,2% ini terjadi lantaran adanya penurunan volume 13,6% nan telah kita sampaikan pada slide sebelumnya. Kalau kita memasukkan pada cost of revenue, itu pun mengalami penurunan sebesar 13,3% sejalan dengan menurunnya volume operating expense nan mencakup selling general dan administrative, menunjukkan perkembangan positif lantaran nomor tersebut juga bisa turun," pungkasnya.

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance