Jakarta -
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto. Tanda kehormatan itu diberikan atas dedikasi dan kontribusinya di bagian pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan sektor kelautan serta perikanan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026). Penganugerahan tersebut berasas Keputusan Presiden RI Nomor 126/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya.
Herman Deru dinilai sukses berkedudukan aktif dalam konservasi area pesisir melalui program rehabilitasi mangrove nan didukung penguatan izin tata ruang, pembentukan kelembagaan seperti KKMD, Forum DAS, dan LDPHD, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, upaya percepatan rehabilitasi mangrove berbasis masyarakat dan riset nan dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel dinilai bisa mendorong pembangunan area pesisir nan berkepanjangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan corak pengakuan negara kepada kepala wilayah nan menunjukkan prestasi dan penemuan di bagian kelautan dan perikanan.
"Proses seleksinya sangat ketat dan panjang. Ada panitia seleksi nan melibatkan Kemenko Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemendagri, serta beragam pihak lainnya. Banyak nama nan diajukan, namun setelah melalui seleksi administrasi, verifikasi lapangan, dan klarifikasi, akhirnya terpilih tiga gubernur, termasuk dua gubernur nan tetap aktif menjabat," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).
Tito juga mengapresiasi para kepala wilayah nan telah menghadirkan beragam terobosan dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.
"Saya sangat senang lantaran penghargaan ini merupakan pengakuan atas prestasi kepala wilayah nan telah membikin penemuan dan terobosan. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di bumi dengan sekitar 65 persen wilayahnya berupa perairan. Karena itu, pengembangan sektor kelautan dan perikanan menjadi sangat penting," katanya.
Ia berambisi penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi kepala wilayah lainnya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan dari hulu hingga hilir.
Sementara itu, Herman Deru menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan nan diberikan Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri.
"Alhamdulillah, kami berterima kasih lantaran kerja-kerja lapangan nan kami lakukan dinilai dan dihargai secara komprehensif. Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan," ungkapnya.
Menurut Herman Deru, salah satu program nan menjadi konsentrasi penilaian adalah rehabilitasi mangrove nan telah dijalankan secara konsisten sejak 2021. Program tersebut tidak hanya bermaksud mencegah pengikisan pantai, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
"Melalui rehabilitasi mangrove, kita tidak hanya menghindari abrasi, tetapi juga mengembalikan kediaman beragam jenis ikan nan sebelumnya mulai langka. Kini, ikan-ikan nan menjadi konsumsi masyarakat, apalagi nan mempunyai nilai ekspor, mulai kembali ditemukan. Ini menjadi parameter bahwa program nan kami lakukan berhasil," jelasnya.
Herman Deru menambahkan, proses penilaian terhadap program tersebut berjalan selama empat tahun. Hasil nan dicapai saat ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak nan terlibat, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga beragam pemangku kepentingan lainnya.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri dan seluruh pihak nan telah memberikan kepercayaan serta apresiasi kepada Sumsel. Penghargaan ini bakal menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.
(anl/ega)
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·