Jakarta -
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyebut berdirinya Pabrik Kelapa Sawit alias Crude Palm Oil (CPO) milik Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin sebagai tonggak baru kebangkitan koperasi daerah. Kehadiran pabrik nan dikelola koperasi ini menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa.
Herman Deru menyampaikan, koperasi tidak hanya berkedudukan dalam kelembagaan ekonomi masyarakat, tetapi juga bisa berkembang menjadi pelaku upaya modern nan bisa memberi nilai tambah bagi anggotanya. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera. Acara ini berjalan di Dusun III, Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (12/8).
Peresmian pabrik ini dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan Wakil Menteri Koperasi Faridah Farichah. Hadir pula Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, Wakil Bupati Abdur Rahman Hoesin, serta jejeran Forkopimda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten Musi Banyuasin, KUD Sejahtera dengan berani menunjukkan kemampuannya melalui peresmian unit upaya pabrik kelapa sawit. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi koperasi-koperasi lainnya untuk terus berkembang," ujar Herman Deru pada keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Ia menilai kehadiran Menteri Koperasi dan Kepala Staf Kepresidenan menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap penguatan koperasi di era Presiden Prabowo Subianto. Semangat Presiden pada peringatan Hari Koperasi Nasional sekarang mulai diwujudkan melalui beragam program strategis. Langkah ini diyakini bisa mengembalikan koperasi sebagai soko pembimbing perekonomian nasional.
Herman Deru turut mengingatkan pembangunan koperasi tidak cukup hanya melalui pembangunan prasarana upaya semata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi tantangan krusial bagi keberlangsungan organisasi. Koperasi kudu bisa menghadapi ketatnya persaingan di era digital saat ini.
Karena itu, Herman Deru menginstruksikan seluruh sekolah di Sumatera Selatan untuk mengintegrasikan materi perkoperasian ke dalam mata pelajaran terkait. Langkah ini menjadi fase awal menuju penerapan koperasi sebagai muatan lokal (mulok). Kebijakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman generasi muda terhadap koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan sejak dini.
Herman Deru juga menekankan pentingnya penguatan desa sebagai pusat aktivitas ekonomi tangguh. Desa kudu bisa menguasai pasar, informasi, dan teknologi masa kini. Melalui langkah demikian, koperasi diharapkan semakin kuat serta mempunyai daya saing tinggi.
Sejalan dengan penguatan koperasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga berkomitmen mendorong hilirisasi beragam komoditas unggulan daerah. Setelah kelapa sawit, Sumsel bersiap mendorong hilirisasi komoditas kopi lokal. Provinsi ini merupakan salah satu sentra penghasil kopi robusta, arabika, dan liberika terbesar di Indonesia.
Salah satu komoditas sasaran untuk pengembangan hilirisasi tersebut adalah kopi dari area Gunung Dempo, Kota Pagar Alam. Herman Deru berambisi support pemerintah pusat terus bersambung kedepannya. Koperasi pun diyakini dapat menjadi penggerak utama program hilirisasi komoditas rakyat.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memberikan support penuh terhadap rencana hilirisasi kopi Gunung Dempo tersebut. Menurutnya, pengembangan hilirisasi kopi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan wilayah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Dudung menilai pengembangan hilirisasi kopi ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah pusat. Fokus utamanya adalah membangun kekuatan ekonomi langsung dari area desa dan daerah. Kehadiran proses pengolahan di wilayah membikin masyarakat dan koperasi tidak hanya berkedudukan sebagai penghasil bahan baku mentah.
Masyarakat dipastikan bakal mendapatkan faedah ekonomi jauh lebih besar dari produk akhirnya. Dukungan tersebut semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Keduanya sepakat terus mendorong peningkatan hilirisasi komoditas rakyat secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Dudung mengatakan perputaran ekonomi nasional sejatinya kudu dimulai dari desa melalui peran aktif koperasi. Program Koperasi Merah Putih merupakan pengarahan Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menekan perubahan nilai di pasaran.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan support penuh terhadap kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pihaknya sangat mendukung inisiatif untuk menjadikan materi koperasi sebagai muatan lokal wajib di lingkungan sekolah.
Ia juga mengapresiasi berdirinya Pabrik CPO KUD Sejahtera sebagai model hilirisasi sawit berbasis koperasi nan ideal. Pabrik ini dinilai bisa meningkatkan nilai tambah, memperkuat kelembagaan koperasi, serta membuka banyak lapangan kerja baru. Pada akhirnya, kesejahteraan para petani lokal bakal mengalami peningkatan nan sangat signifikan.
Rangkaian peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera ini ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis. Agenda besar ini kemudian ditutup dengan sesi peninjauan langsung ke area operasional letak pabrik.
(ega/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·