Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin turut membantah rumor nan menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjadi Ketua Tim Percepatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Ia menegaskan bukan Haji Isam nan ditunjuk pemerintah untuk pimpin tim tersebut, melainkan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
"Ini Menko Pangan nan menjadi Ketua Tim," kata Muhidin, Minggu (23/8) dikutip dari detikKalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Haji Isam, kata dia, posisinya hanyalah sebagai pihak swasta nan diberi kepercayaan untuk terlibat membantu percepatan penanganan karhutla di Banua tersebut.
"Karena memang dia [Haji Isam] ditunjuk menjadi Staf Ahli, dan diminta untuk menangani karhutla di Kalsel," ujar Muhidin.
Muhidin menyebut peran Haji Isam dalam penanganan Karhutla sudah ditunjukkan di lapangan sejauh ini.
Menurutnya, Haji Isam menawarkan support perangkat berat, water bombing, serta kucuran biaya Rp7,6 miliar. Dia bilang biaya dan perangkat support dari Haji Isam tu bakal digunakan selama dua pekan ke depan untuk kebutuhan taktis dalam penanganan Karhutla.
"Ada 100 unit pompa air nan dibantu Haji Isam, dan biaya operasional sebesar Rp7,6 miliar untuk dua minggu ke depan," kata gubernur itu.
Sebelumnya, pada Sabtu (22/8), berita Haji Isam diminta Presiden Prabowo Subianto menjadi Ketua Tim Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan ramai diperbincangkan.
Kabar itu muncul saat Haji Isam turut serta menemani Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali saat meninjau langsung kondisi di lapangan.
Disebutkan bahwa Haji Isam ditelepon langsung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Koordinator Karhutla.
Namun, berita itu ditepis Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi nan menyebut berita tersebut tidak benar, dan mengatakan hanya ada permintaan keterlibatan Haji Isam dalam penanganan Karhutla.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(tim/kid)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·