Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) bakal mengalokasikan investasi sosial dan lingkungan hingga Rp 3 triliun alias setara US$ 150 juta per tahun di masa mendatang. Dana tersebut untuk memperkuat kontribusi perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional Papua.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebut perihal itu sejalan dengan masa bertindak izin upaya pertambangan unik (IUPK) perusahaan hingga 2041 nan saat ini dalam roses perpanjangan hingga usia tambang habis. Tony mengungkapkan rencana penambahan anggaran tersebut juga seiring dengan sasaran peningkatan pendapatan perusahaan.
"Komitmen kita adalah sampai 2041 lantaran izin kita sampai 2041 ini bakal kita terus canangkan investasi sosial lebih dari US$ 100 juta per tahun. Ke depannya mungkin bakal bisa US$ 150 juta per tahun alias nyaris Rp 3 triliun," ujar Tony di Tembagapura, Papua Tengah, dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Senin (24/8/2026).
Anggaran tersebut bakal dialokasikan pada sejumlah sektor, terutama pendidikan dan kesehatan nan menyerap lebih dari 40% total biaya investasi sosial. Perusahaan berupaya mengintensifkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui pembinaan UMKM serta pengembangan lahan agrikultur seluas 1.200 hektar untuk komoditas kopi hingga kakao.
"Program kita basisnya adalah fokusnya adalah program kesehatan, program pendidikan. Ini menyantap kira-kira sekitar 40% lebih dari anggaran tersebut. Dan juga program pembinaan ekonomi, program sosial, culture, budaya ya dan juga olahraga," jelasnya.
Dalam rencana jangka panjangnya, PTFI juga menjajaki pembangunan akomodasi prasarana publik baru seperti rumah sakit dan universitas di wilayah Provinsi Papua Tengah. Tony menekankan bahwa koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi menjadi syarat absolut agar program pembangunan tersebut tepat sasaran dan bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Saya juga secara pribadi sering ketemu sama Pak Gubernur untuk membahas banyak perihal termasuk rencana perpanjangan IUPK Freeport Indonesia apa nan kita lakukan jika kita kudu bangun dua rumah sakit dua universitas di mana kita bangunnya itu kan kita koordinasi bukan Freeport aja kemudian nan menentukan," paparnya.
Dia menilai, investasi sosial telah memberikan akibat nyata, di mana IPM Kabupaten Mimika sekarang mencapai 77,25 alias berada di atas rata-rata nasional. Melalui program kesehatan cuma-cuma nan telah melangkah 30 tahun dan pengelolaan pondok taruna, pihaknya berkomitmen menjaga keberlanjutan hubungan baik dengan masyarakat budaya setempat.
"Karena kami percaya saya percaya tidak mungkin ada perusahaan nan bisa memperkuat di tengah lingkungan dan masyarakat nan gagal. Jadi kudu tumbuh bersama-sama dengan masyarakat dan juga tetap menjaga kelestarian lingkungan," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·