Gubernur Jateng minta kualitas keahlian tak menurun meski WFH.
, SEMARANG, – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta agar kualitas keahlian dan pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada masyarakat tetap optimal meskipun sekarang diterapkan kebijakan Work From Home (WFH). Kebijakan ini mulai bertindak pada Jumat di seluruh jejeran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah demi efisiensi energi.
Menurut Gubernur Ahmad Luthfi, kebijakan WFH tidak boleh menjadi argumen menurunnya kualitas pelayanan. Pantauan di Kantor Gubernur Jateng menunjukkan aktivitas nan tidak seramai biasanya lantaran sebagian ASN dianjurkan bekerja dari rumah. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan SE Gubernur Jateng.
Ahmad Luthfi menambahkan bahwa penyelenggaraan WFH disesuaikan dengan karakter wilayah masing-masing. Beberapa kabupaten/kota sudah mulai menerapkan, sementara wilayah lain tetap dalam tahap kajian. Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menyatakan bahwa konsep WFH diserahkan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sumarno menjelaskan bahwa beberapa sektor tidak menerapkan WFH, seperti jasa umum, rumah sakit, dan pendidikan. Pemprov Jateng menekankan pentingnya kontrol dan pertimbangan berkala terhadap penyelenggaraan WFH, termasuk pelaporan aktivitas kerja dari rumah nan diatur oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·