GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri).(Dok. Istimewa)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan norma bagi para pembimbing dan sekolah guna mencegah tindakan kriminalisasi terhadap tenaga pendidik. Hal tersebut disampaikan sebagai corak support terhadap para pembimbing nan memberikan pembinaan disiplin kepada siswa di lingkungan sekolah.
“Saya bakal berada di garda terdepan untuk memihak para pendidik dari tindakan kriminalisasi, lantaran mereka memberikan pembinaan disiplin kepada siswa,” tegas Dedi Mulyadi, Kamis (18/6).
Selain perlindungan hukum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) juga memberikan perhatian pada kesejahteraan psikologis pembimbing dan kepala sekolah. Dedi, nan berkawan disapa KDM, meminta Bappeda dan Inspektorat Jawa Barat untuk memperkuat kegunaan pembelaan manajemen bagi kepala sekolah. Langkah ini bermaksud agar kepala sekolah tidak terjebak dalam temuan administratif saat melakukan diskresi mendesak demi perbaikan akomodasi sekolah.
“Jangan sampai ada kepala sekolah nan idealis memperbaiki akomodasi sekolah secara mandiri, tetapi akhirnya kudu menjual aset pribadi untuk menutup beban laporan administrasi. Sepanjang bentuk fisiknya ada dan digunakan untuk kepentingan sekolah, Pemprov Jabar bakal datang memberikan jaminan,” tandasnya.
Beasiswa dan Pendidikan Karakter
Di sektor akses pendidikan, Pemprov Jabar tahun ini menyiapkan skema support sosial bagi sekitar 120.000 anak nan tidak tertampung di sekolah negeri. Anggaran danasiwa pendidikan nan dialokasikan berkisar antara Rp2,7 juta hingga Rp3 juta per siswa per tahun untuk mereka nan berguru di swasta, dengan proyeksi kebutuhan jangka panjang mencapai Rp1,2 triliun.
Namun, support ini disertai dengan komitmen perubahan perilaku. Setiap siswa penerima danasiwa wajib menyisihkan tabungan minimal Rp5.000 hingga Rp10.000 setiap hari melalui kemitraan dengan Bank BJB.
“Penerima danasiwa kudu menandatangani komitmen bersedia menabung demi masa depan mereka sendiri. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter dan spiritualitas untuk mengubah pola pikir konsumtif menjadi produktif,” jelas Gubernur.
Melalui kebijakan ini, Pemprov Jabar berambisi dapat mewujudkan lingkungan sekolah nan bersih dan tertib, serta melahirkan generasi emas nan mempunyai karakter cageur, bageur, bener, pintar, dan singer. (SG/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·