Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Sabtu, 07 Maret 2026 |14:35 WIB

Gubernur Fakhiri Soroti Banyak Masyarakat Papua Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni
JAYAPURA - Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menyoroti kebenaran bahwa tetap banyak family Papua nan menempati rumah tidak layak huni. Dikatakannya, dalam satu rumah bisa dihuni oleh kakek, nenek, dan cucu secara bersama-sama.
"Orang Papua di satu rumah itu bisa tinggal kakek, nenek, cucu di dalam, makanya kudu kita bangun, kita kudu menyesuaikan mereka hidup berdikari berkeluarga," ujarnya saat menghadiri Musrenbang RPJMD Provinsi Papua dikutip, Sabtu (7/3/2026).
Oleh lantaran itu, Fakhiri memaparkan sejumlah program wilayah nan dirancang untuk memberikan akibat sigap dan langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Salah satunya Penyediaan Rumah Layak Huni.
“Program penyediaan rumah layak huni ini direncanakan bakal diwujudkan selama lima tahun ke depan, mencakup area permukiman di perkotaan maupun wilayah pesisir di Provinsi Papua,” ujar mantan Kapolda Papua tersebut.
Selanjutnya kata dia adalah Kartu Ibu Keluarga Siap Ibu Hamil (Kartu Kasih). Kartu Kasih dirancang tidak hanya sebagai kartu identitas, melainkan "paspor" untuk menjamin maksimalitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil. Program ini mencakup prioritas penanganan medis dan pemberian asupan gizi secara teratur.
"Dengan penanganan medis nan tepat waktu serta pemberian gizi secara teratur, saya pastikan setiap anak Papua nan bakal lahir terhindar dari akibat stunting dan sekaligus bakal menekan nomor kematian ibu dan anak," ujarnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·