Gubernur BI Sebut Rating BBB dari S&P Bukti Kepercayaan Global Terjaga

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) berbareng Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Ja Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) menyambut positif keputusan S&P Global Ratings nan kembali mempertahankan ranking angsuran (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

S&P Global Ratings dalam pengumuman nan dirilis Senin (13/7) menegaskan kembali ranking angsuran Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek tetap stabil.

S&P menilai prospek stabil mencerminkan kepercayaan tekanan terhadap kondisi fiskal dan eksternal Indonesia hanya berkarakter sementara.

Lembaga pemeringkat itu memperkirakan kondisi tersebut bakal membaik seiring kenaikan nilai komoditas, pemulihan penerimaan negara, serta penerapan kebijakan pemerintah nan semakin konsisten.

Menanggapi keputusan tersebut, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan afirmasi dari S&P mencerminkan tetap kuatnya kepercayaan internasional terhadap esensial ekonomi Indonesia.

"Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada ranking BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia nan tetap solid,” jelas Perry dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).

Perry menyebut BI bakal terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan.

Standard & Poor's Foto: Reuters/Brendan McDermid

Selain itu, kata Perry, BI bakal terus mempererat koordinasi dengan pemerintah, termasuk sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk memitigasi akibat ketidakpastian global, termasuk akibat nan berasal dari bentrok di Timur Tengah.

"Ke depan, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi nan erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi akibat ketidakpastian dunia akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik,” ucap dia.

Perry melanjutkan, koordinasi kebijakan berbareng Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga bakal terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem finansial sekaligus mendorong pembiayaan beragam program prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan