PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyambut baik rencana pemanfaatan Graha Merah Putih (GMP) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui surat resmi nan diterima perusahaan. Langkah ini menjadi salah satu upaya Telkom dalam mengoptimalkan aset properti melalui skema Business to Business (B2B).
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa rencana penyewaan gedung GMP kepada BGN merupakan bagian dari strategi untuk menghadirkan kesempatan upaya baru bagi TelkomGroup.
“Bagi TelkomGroup, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan corak leveraging asset nan dapat menghadirkan kesempatan upaya baru, termasuk melalui penyediaan jasa konektivitas dan solusi digital unggul dari nan kami miliki,” jelas Dian.
Menurut Dian, optimasi GMP juga menjadi bagian dari proses penataan dan klasterisasi ruang kerja TelkomGroup. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kembali akomodasi dan letak kerja sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi di dalam perusahaan.
“Saat ini, sejumlah unit tetap nan berangkaian tersebar di beragam letak kerja di Jakarta. Melalui penataan ini, kami mau menciptakan lingkungan kerja nan lebih terintegrasi sesuai stream masing-masing unit. Harapannya, ini dapat membikin kerjasama menjadi lebih mudah, proses kerja semakin efektif, dan produktivitas tenaga kerja semakin meningkat,” ujar Dian.
Penempatan ruang kerja dan proses transisi GMP bakal dilakukan secara berjenjang dengan tetap memperhatikan keberlangsungan operasional serta jasa TelkomGroup. Selama proses pemindahan berlangsung, Telkom memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan tenaga kerja tetap menjadi perhatian sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Berdasarkan hasil survei dan obrolan berbareng Telkom, BGN menyampaikan rencana pemanfaatan GMP untuk ruang kerja serta beberapa akomodasi workstation standar. Pemanfaatan tersebut bakal dilakukan setelah proses penataan unit-unit di Telkom dan pemindahan peralatan kerja existing ke letak nan telah disepakati bersama,” lanjut Dian.
Selain melakukan optimasi aset, Telkom juga tetap melanjutkan peremajaan Telkom Integrated Operation Center (TIOC) sebagai bagian dari siklus modernisasi teknologi perusahaan. Program ini mencakup penerapan otomasi, kepintaran buatan (AI), serta sistem monitoring generasi terbaru untuk mendukung peningkatan kualitas jasa ke depan.
“Penataan ini diarahkan pada pengelompokan unit berasas karakter bisnis, sehingga setiap unit dapat menempati letak nan lebih terintegrasi. Dengan demikian, koordinasi dan kerjasama dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas,” tutup Dian.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·