Penampilan ‘Carri’, robot pandai nan dapat mengambil dan mengantar pesanan secara berdikari saat demonstrasi produk di aktivitas GrabX 2026, Rabu (8/4).(MI/Nadhira)
Dalam arena GrabX 2026 nan berjalan di area Sudirman, Jakarta (8/4), Grab membikin gebrakan besar dengan memperkenalkan robot pengantar berdikari berjulukan "Carri".
Data internal Grab menunjukkan bahwa mitra pengemudi kehilangan sekitar 10% waktu produktif mereka hanya untuk mencari letak restoran di dalam mal besar alias menunggu pengguna turun dari gedung perkantoran nan tinggi.
Dengan adanya Carri, robot ini dapat menangani waktu tunggu tersebut, mengambil pesanan dari restoran, dan menyerahkannya kepada pengemudi.
Anthony Tan, selaku Group CEO dan Co-Founder Grab menegaskan, “Jika kawan mini ini bisa menangani waktu tunggu tersebut dengan mencari restoran lampau menyerahkan pesanan kepada pengemudi, perihal ini memungkinkan pengemudi kami untuk beranjak ke pekerjaan berikutnya dengan jauh lebih cepat.”
Keunggulan utama nan membedakan Carri dari robot dalam ruangan pada umumnya adalah kemampuannya untuk beraksi di lingkungan indoor maupun outdoor dengan lancar.
Saat robot lain biasanya terbatas hanya di dalam area hotel alias mal, Carri bisa menavigasi medan luar ruangan, termasuk menangani kemiringan jalan hingga 15-20 derajat.
Robot ini menunjukkan kemandirian penuh tanpa kendali manusia. Carri bisa mempelajari letak pengemudi maupun pengguna secara otomatis dan bergerak secara otonom untuk menyelesaikan misinya.
Dari sisi teknis, Carri dibekali daya tahan baterai nan mumpuni, di mana robot ini diklaim bisa beraksi selama beberapa jam hingga seharian penuh.
Meskipun secara teknologi Carri bisa menempuh jarak nan jauh, untuk saat ini operasionalnya tetap terbatas di zona-zona tertentu lantaran mengikuti izin di beragam negara nan belum sepenuhnya mengizinkan robot beraksi di jalan raya terbuka.
Anthony Tan menyatakan bahwa perwujudan teknologi dalam corak bentuk seperti Carri membuka kesempatan baru. Namun, dia menegaskan bahwa Carri tidak dimaksudkan untuk menggantikan mitra pengemudi, melainkan sebagai perangkat pendukung.
Hal ini diharapkan dapat membantu mitra Grab melalui efisiensi waktu dan tenaga nan ditawarkan oleh teknologi kepintaran buatan terbaru ini.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·