Sedikit kita telaah keamanan lagi, sebuah ekstensi rawan di browser Google Chrome berjulukan Save Image as Type baru saja dinyatakan sebagai malware dan dinonaktifkan oleh Google, padahal ekstensi ini telah digunakan oleh lebih dari satu juta pengguna dan apalagi sempat mendapat label featured di Chrome Web Store.
Nah masalahnya kode rawan pada ekstensi tersebut rupanya telah melangkah selama berbulan bulan sebelum akhirnya dihapus oleh Google.

Ekstensi ini umumnya berfaedah untuk menyimpan gambar dan langsung melakukan konversi ke format tertentu tanpa tool tambahan, pengguna nan mau menyimpan gambar cukup klik kanan pada gambar lampau memilih format seperti PNG, JPG, alias WebP, tepat seperti pada gambar diatas.
Secara kegunaan sih ini sangat bermanfaat, namun ternyata, setelah diteliti lebih dalam, rupanya jenis terbaru dari ekstensi ini menyimpan sesuatu nan jauh lebih berbahaya.
Awalnya Aman
Nah kabarnya, pada jenis 1.2.3 nan dirilis pada Mei 2023 hanya berisi skrip sederhana berukuran sekitar 5,9 KB dan berfaedah murni untuk mengonversi gambar. Namun setelah pembaruan pada jenis versi 1.4.6 di akhir 2024, mulai muncul script tambahan berjulukan inject.js nan disisipkan ke setiap laman web nan dikunjungi pengguna.
Awalnya, fitur ini tetap digunakan untuk kebutuhan internal ekstensi, tetapi pada jenis 1.7.2, ukuran script tersebut meningkat drastis hingga lebih dari 1 MB, dan kegunaan nan sama mulai dimanfaatkan untuk menjalankan aktivitas tersembunyi termasuk mulai memuat iframe tersembunyi dari server eksternal tanpa diketahui pengguna.

Untuk langkah kerjanya sendiri, jenis ekstensi ini menggunakan sistem C2 alias Command and Control nan dikendalikan dari server jarak jauh, dan setelah pengguna membuka sebuah laman web, script ekstensi ini bakal menunggu dua detik lampau melakukan beberapa pemeriksaan seperti pengguna sudah menyimpan minimal 10 gambar menggunakan ekstensi, laman mempunyai banyak gambar, laman bukan laman utama situs dan laman tidak menggunakan font tertentu nan sering digunakan oleh developer.
Jika kondisi dan syarat tersebut telah terpenuhi, ekstensi bakal menghubungi server eksternal untuk mengambil daftar URL dan kemudian URL tersebut bakal dimuat melalui iframe tersembunyi nan tidak terlihat oleh pengguna.
Nah dengan langkah ini, kreator ekstensi dapat memperoleh komisi dari beragam toko online jika pengguna melakukan pembelian di kemudian hari.

Menyisipkan Cookie Afiliasi Secara Diam Diam
Nah teknik nan digunakan oleh ekstensi ini dikenal sebagai cookie stuffing, ialah metode menanam cookie hubungan ke dalam browser pengguna tanpa hubungan nan sebenarnya. Dengan kata lain, seolah olah pengguna datang ke sebuah toko online melalui link hubungan milik kreator ekstensi, padahal kenyataannya pengguna tidak pernah klik link tersebut.
Menurut laporan dari XDA Deverloper, berasas hasil kajian terhadap info nan tersimpan di browser, ditemukan bahwa ekstensi ini menyimpan 578 URL hubungan unik nan berasal dari beragam merchant di seluruh dunia.
Beberapa di antaranya apalagi berasal dari toko besar seperti Amazon, Adidas, hingga beragam marketplace internasional lainnya. Nah menariknya, Iframe nan memuat URL tersebut biasanya hanya aktif selama sekitar 8,5 detik, lampau langsung dihapus dari laman web, dengan langkah ini membikin aktivitasnya susah terdeteksi oleh pengguna lantaran nyaris tidak meninggalkan jejak visual di laman nan sedang dibuka.
Google Lambat Bertindak
Yang cukup disayangkan laporan mengenai ekstensi rawan ini sebenarnya sudah muncul sejak 2024 dari peneliti keamanan, apalagi browser seperti Edge sudah lebih dulu menghapus jenis ekstensi mengenai dari Add On Store mereka pada Februari 2025.
Namun di Chrome Web Store, ekstensi Save Image as Type tetap tetap tersedia hingga Maret 2026, apalagi tetap mempunyai label Featured, nan artinya selama berbulan bulan, ekstensi ini tetap bisa di download dan digunakan oleh pengguna baru tanpa adanya peringatan.
Tapi meskipun terlambat, saat ini ekstensi tersebut sudah dihapus dan ditandai sebagai malware, apalagi jika Anda mendownloadnya alias sudah menginstallnya, Chrome bakal memberikan notifikasi krusial seperti pada gambar berikut.

Nah kasus seperti ini sebenarnya bukan hanya sekali terjadi, dimana ekstensi kadang menyisipkan kode rawan untuk mendapatkan untung tambahan, pengguna umum tentunya nyaris tidak bisa mengetahui apa nan terjadi dibalik layar, oleh lantaran itu deteksinya cukup susah untuk dilakukan.
Oleh lantaran itu, ada baiknya kita selalu waspada bakal apa nan kita install termasuk ekstensi di browser nan kita gunakan, hindari memasang terlalu banyak ekstensi dan hanya install nan betul benar diperlukan saja.
Bagaimana menurutmu mengenai perihal ini? komen dibawah guys.
Via : XDA Developer, Android Authority
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·