Google Hentikan Pengembangan Chrome dengan Desain Fluent Windows 11

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jika Anda mengikuti perkembangan Windows 11 sejak awal, mungkin tetap ingat bahwa Microsoft sempat memperkenalkan Fluent Design sebagai identitas visual baru sistem operasi mereka ini.

Bukan hanya perspektif jendela nan membulat (rounded corner), namun Fluent Design juga membawa pengaruh visual seperti Mica dan Acrylic nan membikin tampilan aplikasi terasa lebih menyatu dengan desktop Windows.

Nah mengenai perihal tersebut, ada berita kurang menyenangkan datang untuk pengguna Google Chrome. Setelah sempat dikembangkan selama beberapa tahun, sekarang Google tampaknya resmi menghentikan rencana menghadirkan kreasi Fluent ke browser Chrome.

Dan nan lebih menarik lagi, alasannya bukan hanya lantaran Google kehilangan minat, tetapi juga lantaran Microsoft sendiri sekarang sudah tidak lagi terlalu konsentrasi menggunakan Fluent Design di aplikasi mereka.

Mica Sempat Dikembangkan Sejak 2023

Nah perlu diketahui guys, sebenarnya support Mica di Google Chrome bukanlah proyek baru. Karena referensi mengenai penerapan material Mica sudah ditemukan di Chromium sejak tahun 2023.

Bahkan saat itu banyak nan memperkirakan Chrome bakal tampil jauh lebih “native” di Windows 11.

Baca Juga : Google Chrome Canary Dapatkan Implementasi Mica Material

Dan bahkanpada tahun 2025, fitur tersebut sempat mengalami perkembangan dan bisa dicoba melalui Chromium Canary.

Jika diaktifkan, title bar Chrome bakal mengikuti warna wallpaper desktop menggunakan pengaruh Mica, mirip seperti File Explorer alias Paint di Windows 11. Contohnya seperti pada gambar diatas.

Tapi Apa Itu Mica?

Bagi nan belum tahu, sebenarnya Mica itu bukan sekedar pengaruh transparan, dimana berbeda dengan Acrylic nan menggunakan blur transparan, Mica mengambil warna dari wallpaper desktop, kemudian menerapkannya pada title bar alias latar belakang aplikasi.

Karena hanya mengambil sampel wallpaper satu kali, pengaruh ini juga jauh lebih ringan dibanding Acrylic. Microsoft sendiri pernah menyebut bahwa Mica dirancang agar aplikasi Windows terlihat lebih konsisten sekaligus membantu pengguna lebih mudah membedakan jendela nan sedang aktif.

Google Menghapus Dukungan Mica

Nah mengenai perihal tersebut, sayangnya angan tersebut sekarang tampaknya betul-betul pupus guys, lantaran melalui sejumlah perubahan kode Chromium terbaru, engineer Google David Pennington mengonfirmasi bahwa flag untuk mengaktifkan Mica telah dihapus

Bahkan sisa kode nan berangkaian dengan fitur tersebut juga bakal dibersihkan dalam beberapa minggu ke depan, dengan kata lain, pengembangan Mica di Google Chrome sekarang berada dalam status dihentikan, dan kemungkinan besar tidak bakal pernah dirilis ke pengguna umum.

Selain itu, ironisnya, saat Google menghentikan proyek ini, Microsoft Edge juga sudah lama tidak lagi menonjolkan Fluent Design.

Sebaliknya, Microsoft sekarang mulai beranjak ke bahasa kreasi baru nan mereka sebut sebagai Copilot Design, nan saat ini sudah diterapkan pada Copilot, Edge, Bing, MSN, dan beragam jasa Microsoft lainnya.

Baca Juga : Microsoft Diam Diam Sedang Kembangkan “Copilot Design System”

Artinya, meskipun Windows 11 tetap menggunakan Fluent Design di beragam bagian sistem, aplikasi buatan Microsoft sendiri perlahan mulai meninggalkan identitas visual tersebut.

Nah jika kita lihat kondisi saat ini, mungkin kreasi ini sudah bukan lagi prioritas utama, sehingga jika memandang arah Microsoft saat ini nan mulai konsentrasi pada Copilot Design, besar kemungkinan Fluent Design perlahan bakal semakin ditinggalkan, dan Chrome pun tampaknya tidak mempunyai argumen lagi untuk mengimplementasikan fitur tersebut.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.

Referensi : Chromium, Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com