Golkar soal Prabowo Ingatkan Tak Rusuh Usai Pemilu: Itu Warning, Jangan Ulangi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto nan mengingatkan pihak nan kalah pemilu tidak memprovokasi kerusuhan.

Sarmuji mengatakan pernyataan Prabowo kudu dimaknai sebagai rayuan untuk sama-sama belajar menyikapi hasil kontestasi politik, baik ketika menang maupun kalah.

“Ya itu warning ya. Warning jangan sampai kita mengulangi kesalahan nan terdahulu. Kita ini kan kudu belajar mengelola kepuasan dan ketidakpuasan ya. Semua kudu belajar,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7).

Ia mengatakan kemenangan dalam pemilu tidak semestinya membikin seseorang menjadi ekstrem secara berlebihan.

Sebaliknya, kekalahan juga tidak boleh mendorong munculnya tindakan anarkistis nan dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan sampai kepuasan seseorang menjadikan seorang ekstrem buta. Tapi ketidakpuasan jangan juga menjadikan seorang menjadi anarki, iri dengki nan kemudian merusak tatanan kenegaraan kita,” jelas Sarmuji.

“Jadi itu semua adalah warning dari presiden,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membujuk seluruh kekuatan politik menjaga persatuan usai kontestasi pemilu. Menurut dia, perbedaan pilihan politik merupakan perihal nan wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh berujung pada tindakan anarkistis.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 berjudul “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).

“Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Enggak ada masalah. Siapa nan menang, monggo,” kata Prabowo.

Sekjen Golkar Sarmuji di Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada Jumat (24/4/2026) Foto: Abid Raihan/kumparan

Namun, dia mengingatkan agar pihak nan kalah dalam pemilu tidak memprovokasi kerusuhan.

“Jangan jika kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin nan menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, Saudara-saudara sekalian. Saya percaya norma karma bakal kena kepada mereka semua itu,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung pengalamannya sendiri nan beberapa kali kalah dalam pemilihan presiden. Meski demikian, dia mengaku tidak pernah menginstruksikan pendukungnya melakukan tindakan anarkistis.

Menurut Prabowo, persaingan dalam politik merupakan sesuatu nan lumrah layaknya pertandingan olahraga.

“Bersaing itu baik. Pertandingan itu baik. Sepak bola ada pertandingan, kan ada dua, satu kudu menang. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin?” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan