GMFI Catat Laba Rp 570 M pada 2025, Naik 26,3%

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), Rabu (28/6/2023). Foto: Dok. GMF Aero Asia

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatatkan pertumbuhan keahlian finansial nan solid sepanjang 2025. Pendapatan upaya perseroan mencapai USD 491,9 juta alias sekitar Rp 8,25 triliun, tumbuh 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

GMFI juga mencatat untung bersih sebesar USD 33,9 juta alias sekitar Rp 570 miliar, meningkat 26,3 persen dibandingkan untung bersih tahun 2024 nan sebesar USD 26,9 juta alias sekitar Rp 451 miliar.

Capaian ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) nan dilaksanakan pada Jumat (22/5).

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, mengatakan peningkatan keahlian finansial ditopang transformasi operasional nan dijalankan secara konsisten sepanjang 2025. Transformasi tersebut mencakup peningkatan produktivitas operasional, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan beragam sertifikasi dan kualifikasi internasional.

“Tahun 2025 menjadi momentum pembuktian GMF dalam mengeksekusi beragam langkah transformasi dan tindakan korporasi strategis secara garang sekaligus terukur. Pencapaian positif ini tentu tidak bakal terwujud tanpa esensial operasional nan semakin solid,” kata Andi melalui keterangannya, dikutip Sabtu (23/5).

Dari sisi neraca, GMFI juga mencatat peningkatan signifikan dengan total aset mencapai USD 813 juta alias sekitar Rp 13,6 triliun, naik 91,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Struktur permodalan perseroan turut membaik dengan posisi ekuitas nan berbalik positif menjadi USD 114,6 juta alias sekitar Rp 1,92 triliun, setelah sebelumnya tercatat negatif sebesar USD 257,9 juta.

Perbaikan tersebut turut didukung tindakan korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp 5,6 triliun nan memperkuat nilai aset tetap sekaligus mengembalikan posisi ekuitas perseroan menjadi positif.

Sepanjang 2025, GMFI juga sukses mempertahankan momentum pertumbuhan melalui kontribusi pendapatan dari segmen non-group hubungan sebesar USD 141,3 juta alias setara 28,7 persen dari total pendapatan. Pada sektor perawatan pesawat komersial, perseroan mempertahankan sejumlah pengguna eksisting seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, serta menambah pengguna baru seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.

GMFI juga menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia sebagai bagian dari sinergi di lingkungan Garuda Indonesia Group untuk mendukung kesiapan armada nasional.

Di sektor pertahanan, GMFI sukses menyelesaikan perawatan hingga unit keempat helikopter Bell 412 dan dua pesawat VIP Boeing 737-800. Perseroan juga memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation dalam penerapan program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.

“Lini upaya non-commercial aircraft, khususnya SBU Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services, turut mencatatkan pertumbuhan positif dengan capaian pendapatan sebesar USD 36,7 juta alias tumbuh 59,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi Perseroan,” lanjut Andi.

Pada aspek pengembangan upaya dan kapabilitas, GMFI telah melaksanakan groundbreaking Kertajati Aerospace Park berbareng Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB). Perseroan juga memulai kerja sama dengan Pelita Air dalam pemanfaatan hanggar Pelita Air Service di Bandara Pondok Cabe untuk jasa perawatan pesawat jenis propeller.

Selain itu, GMFI menyelesaikan pembangunan hanggar door di Hanggar 1 guna memperkuat kapabilitas operasional sesuai standar internasional, khususnya European Union Aviation Safety Agency (EASA).

“Kami telah bertumbuh secara signifikan dan berkelanjutan. Dengan kapabilitas semakin kuat dan adaptif, GMFI bakal terus membuka kesempatan baru untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global,” ujar Andi.

Laba Kuartal I GMFI 2026 Capai USD 6,76 Juta

GMFI juga mencatat performa finansial nan tetap positif pada kuartal I 2026, dengan untung melangkah sebesar USD 6,76 juta dengan pendapatan upaya mencapai USD 114,94 juta.

Untuk sepanjang 2026, GMFI menargetkan pendapatan sebesar USD 542,8 juta dengan perkiraan untung bersih mencapai USD 35,1 juta. Target tersebut bakal didorong melalui keberlanjutan transformasi korporasi, penguatan esensial operasional, serta pertumbuhan upaya nan lebih menguntungkan.

“Melalui pencapaian positif dan efisiensi nan terjaga di tengah dinamika pasar dan tantangan industri, GMFI siap melangkah lebih jauh dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi industri aviasi maupun sektor lainnya,” tutur Andi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan