Ilustrasi(Dok Istimewa)
KAWASAN Asia Tenggara nan dulu dipandang sebagai wilayah pinggiran sekarang tengah bergerak menuju posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan penemuan global.
Hal itu disampaikan mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2011–2014 pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Muhammad Gita Irawan Wirjawan, saat bicara dalam Public Lecture nan digelar di Universitas Harkat Negeri (UHN) Kota Tegal, Senin (22/6).
Dalam aktivitas tersebut, mengangkat tema besar “Asia Tenggara: dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global”, nan menyoroti perubahan peran area Asia Tenggara dalam dinamika bumi nan terus berkembang.
Dalam pandangan Gita Wirjawan, bahwa area nan dulu dipandang sebagai wilayah pinggiran sekarang tengah bergerak menuju posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan penemuan global.
“Perkembangan teknologi, digitalisasi, serta perubahan struktur ekonomi bumi telah membuka kesempatan besar bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk tampil lebih dominan dalam percaturan internasional,” ujar Gita Wirjawan.
Ia juga meyebut Asia Tenggara sedang berada dalam momentum penting. "Kita tidak lagi berada di pinggiran, tetapi sedang bergerak menuju pusat dari beragam perubahan global," jawabnya.
Peran Generasi Muda di Era Global
Gita Wirjawan menjelaskan bahwa generasi muda mempunyai peran krusial dalam menentukan arah masa depan area tersebut. Ia menyebut bahwa era saat ini menuntut keahlian penyesuaian nan tinggi, penguasaan teknologi, serta pola pikir global. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi kudu bisa menjadi pembuat penemuan dan pelaku perubahan.
“Generasi muda kudu mempunyai keberanian untuk berpikir lintas batas. Mereka kudu siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan,” ucap Gita Wirjawan.
Pendidikan dan Inovasi Jadi Kunci
Gita Wirjawan juga menyoroti pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia nan unggul dan kompetitif. Menurutnya, perguruan tinggi kudu menjadi ruang nan mendorong lahirnya ide-ide baru, inovasi, serta kerjasama lintas bagian dan negara.
“Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga gimana membentuk langkah berpikir nan kritis, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan,” tegasnya.
Asia Tenggara dalam Peta Ekonomi Dunia
Lanjut Gita Wirjawan Asia Tenggara saat ini mempunyai posisi strategis dalam peta ekonomi global. Pertumbuhan kelas menengah, bingkisan demografi, serta percepatan transformasi digital menjadi modal krusial bagi area ini untuk meningkatkan daya saingnya.
“Potensi tersebut kudu diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan inovasi, serta kerja sama antarnegara di kawasan. Kesadaran dunia bukan hanya tentang memahami bumi luar, tetapi juga tentang gimana kita mempersiapkan diri untuk menjadi bagian krusial di dalamnya,” papar Gita wirjawan.
Public lecture di UHN Kota Tegal nan dimoderatori Rektor UHN, Sudirman Said tersebut berjalan interaktif. Mereka aktif mengusulkan pertanyaan mengenai kesempatan pekerjaan global, perkembangan ekonomi digital, hingga tantangan generasi muda dalam menghadapi kejuaraan internasional. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·