Gim 1998: The Toll Keeper Story(MI/HO)
INDUSTRI gim Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Gim indie berjudul 1998: The Toll Keeper Story karya GameChanger Studio sukses menembus pasar dunia dengan tampil di arena Bitsummit, pagelaran gim indie terbesar di Kyoto, Jepang.
Dalam perhelatan nan berjalan di Miyako Messe pada 22-24 Mei 2026 tersebut, demo gim ini mendapatkan tempat spesial di area pameran resmi milik PlayStation.
Kehadiran demo ini di booth raksasa teknologi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa 1998: The Toll Keeper Story bakal segera meluncur secara resmi untuk platform PlayStation 5.
CEO GameChanger Studio, Riris Marpaung, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari penantian panjang dan proses kurasi nan sangat ketat. Menurutnya, support dari PlayStation adalah corak pengakuan nyata terhadap kualitas dan rekam jejak studio asal Tangerang tersebut.
"Dukungan ini adalah sebuah kepercayaan dan tindakan nyata dari PlayStation terhadap studio indie ataupun produk gim nan mempunyai rekam jejak dan kualitas nan bukan main-main," ujar Riris.
Mendobrak Tabu Melalui Sejarah Kelam
Selain aspek teknis dan naratif, salah satu argumen utama PlayStation melirik gim ini adalah keberaniannya dalam mengangkat tema sensitif. 1998: The Toll Keeper Story mengambil latar belakang krisis moneter Asia tahun 1998, sebuah periode sejarah nan penuh gejolak di Indonesia.
GameChanger Studio membawa misi besar melalui karya ini, di antaranya:
- Menginspirasi developer lokal untuk mengeksplorasi kekayaan intelektual (IP) berbasis sejarah dan budaya Indonesia.
- Mengubah stigma negatif masyarakat terhadap video gim dengan menunjukkan sisi edukatif dan reflektif.
- Menjadikan gim sebagai medium pelestarian sejarah nan interaktif bagi generasi muda.
Kepedulian sosial studio ini juga mendapat apresiasi, terutama setelah mereka mendonasikan sebagian hasil penjualan artbook gim ini kepada organisasi Indonesian Women In Game (IWIG) pada akhir tahun 2025 lalu.
Detail dan Fitur Utama Gim
GameChanger Studio sebelumnya telah dikenal luas melalui trilogi sukses My Lovely Daughter, My Lovely Wife, dan My Lovely Empress. Dalam karya terbaru ini, mereka tetap mempertahankan kekuatan narasi nan dipadukan dengan mekanik simulasi nan unik.
| Protagonis | Seorang calon ibu nan kudu memperkuat hidup di tengah kekacauan demi dirinya dan bayinya. |
| Mekanik Gameplay | Simulasi naratif: memeriksa arsip kendaraan dan identitas pengemudi di tengah keterbatasan sumber daya. |
| Sistem Keputusan | Setiap pilihan moral menentukan siapa nan boleh lewat dan berakibat besar pada alur cerita. |
| Estetika Visual | Gaya era 90-an dengan tekstur dot, pengaruh kertas lawas, dan filter sepia nan autentik. |
| Inspirasi | Berdasarkan peristiwa nyata krisis moneter 1998 di Indonesia. |
Dengan visual nan memikat dan cerita nan menggugah empati, 1998: The Toll Keeper Story diharapkan tidak hanya menjadi produk hiburan, tetapi juga pengingat bakal sejarah nan dikemas secara modern di konsol generasi terbaru. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·