Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |14:40 WIB

Pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer bakal dilakukan dalam 15 segmen. (Foto :Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa sekaligus Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, mengungkapkan bahwa pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer bakal dilakukan dalam 15 segmen.
Pada tahap awal, sejumlah wilayah nan menjadi prioritas penanganan meliputi Teluk Jakarta, Semarang, dan pesisir utara Jawa Tengah. Sementara itu, pembiayaan proyek tersebut bakal berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta support investor.
“Pembangunannya sendiri kurang lebih sekitar 575 km di Pantura Jawa. Kita bagi ke dalam 15 segmen, di mana dapat dilakukan pembangunan secara paralel,” ujar Didit dalam konvensi pers Kick Off Meeting Giant Sea Wall di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, penanganan Jakarta dan Semarang menjadi prioritas awal lantaran tingkat penurunan muka tanah di kedua wilayah tersebut lebih sigap dibandingkan kota-kota lain. Selain itu, kedua kota ini juga mempunyai lebih banyak aset ekonomi nan perlu dilindungi.
Penurunan muka tanah di Jakarta dan Semarang mencapai sekitar 20 cm per tahun. Kondisi ini dipengaruhi oleh penyedotan air tanah nan signifikan serta peningkatan aktivitas industri di area tersebut.
“Oleh lantaran itu, kami juga melaksanakan aktivitas perencanaan, groundbreaking program, dan groundbreaking prasarana agar melangkah bersamaan. Pada saat pelaksanaan, aktivitas ini juga bakal dilakukan dengan kerja sama pemerintah daerah,” lanjutnya.
Pada kesempatan nan sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa pengendalian banjir Pantura memerlukan integrasi dari hulu ke hilir, darat ke laut, serta antara pemerintah pusat dan daerah.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·