Getaran Gempa NTT Terasa Kuat Hingga Lombok, Warga Panik Berhamburan

Sedang Trending 22 jam yang lalu
Getaran Gempa NTT Terasa Kuat Hingga Lombok, Warga Panik Berhamburan Gempa tektonik M 7,0 di Nagekeo, NTT pada Sabtu subuh berakibat hingga ke Lombok, NTB. Warga Mataram panik keluar rumah akibat guncangan nan terasa cukup lama.(BMKG)

GEMPA bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) subuh. Kuatnya guncangan apalagi terasa hingga ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa terletak di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran nan merambat hingga Lombok membikin penduduk panik. Di Komplek Perumahan Puri Anggrek, Kota Mataram, NTB, sejumlah penduduk nan usai beragama maupun sedang membersihkan rumah langsung berceceran ke luar menuju tengah jalan.

"Gempa itu bikin kaget lantaran terjadi saat jam sibuk menyiapkan anak ke sekolah," kata salah seorang penduduk Mataram, Veronika, Sabtu (15/8).

Veronika mengungkapkan bahwa getaran gempa terasa seperti ayunan dan berjalan cukup lama. Dampaknya, dia mengaku kepalanya sempat terasa pusing, layaknya pengaruh jet lag usai melakukan penerbangan dengan pesawat.

Kepanikan senada dirasakan oleh penduduk Lombok lainnya, Adam. Ia mengaku terbangun dari tidurnya saat guncangan terjadi.

"Tadi saat lagi tidur tiba-tiba semua barang di bilik bergoyang, rupanya itu gempa bumi. Semoga tidak terjadi perihal jelek di wilayah pusat gempa," ucap Adam.

Pasca-kejadian, BMKG sempat mengeluarkan peringatan awal tsunami. Berdasarkan pemantauan BMKG, gelombang tsunami terdeteksi di beberapa titik wilayah NTT, ialah di Labuan Bajo setinggi 0,36 meter, Sikka setinggi 0,19 meter, dan Dompu setinggi 0,17 meter.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta terus memantau info resmi mengenai perkembangan situasi dan potensi gempa susulan. (Ant/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia