Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beraktivitas berbareng warga.(Antara)
Fraksi Partai Gerindra DPR RI secara tegas membantah rumor nan beredar di media sosial mengenai adanya rapat unik untuk mengawasi pergerakan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Isu tersebut dinilai sebagai upaya provokasi dan adu domba nan tidak berdasar.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, menyatakan bahwa berita mengenai rapat nan dipimpin oleh Ketua Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, mengenai pengawasan Wapres adalah hoaks. Ia menegaskan bahwa dalam setiap rapat internal fraksi, agenda tersebut tidak pernah ada.
"Saya selalu datang dan ikut memimpin rapat-rapat di Fraksi Gerindra, dan tidak ada perintah maupun pembahasan perihal tersebut," ujar Bambang dalam keterangan tertulis nan diterima di Jakarta, Rabu (24/6).
Fokus pada Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Pangan
Bambang menjelaskan bahwa petunjuk nan sebenarnya diberikan kepada seluruh personil Fraksi Gerindra adalah untuk turun ke wilayah pemilihan (dapil) masing-masing guna memantau kondisi ekonomi masyarakat secara langsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan program-program pemerintah melangkah efektif di tingkat akar rumput.
Prioritas utama fraksi saat ini, lanjut Bambang, adalah menjaga stabilitas nilai kebutuhan pokok dan memastikan kesiapan pangan bagi masyarakat.
"Yang ada adalah perintah untuk mengawasi kesiapan pangan dan nilai sembako di wilayah pemilihan semua personil DPR agar kita dapat memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya," tegasnya.
Gerindra menegaskan komitmen penuh untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hubungan antara keduanya dipastikan tetap selaras dan solid.
Langkah Hukum dan Somasi
Menanggapi penyebaran info nan dianggap menyesatkan tersebut, Partai Gerindra berencana mengambil langkah hukum. Bambang menyatakan bahwa meskipun pihaknya menghormati kebebasan pers, penyajian info kudu tetap berpijak pada kebenaran dan akurasi.
"Ini rumor tidak betul dan condong memprovokasi serta mengadu domba. Atas adanya tudingan nan tidak betul itu, Partai Gerindra bakal melayangkan somasi," pungkasnya.
Fraksi Gerindra mengimbau publik agar lebih selektif dalam menyerap info di media sosial dan meminta media massa untuk menyajikan pemberitaan nan berimbang guna menjaga kondusivitas politik nasional. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·