Kreator Star Wars George Lucas resmi memperkenalkan Museum of Narrative Art di Los Angeles. Proyek angan nyaris dua dasawarsa ini resmi dibuka 22 September.(AFP)
KREATOR legendaris saga Star Wars, George Lucas, memamerkan Museum of Narrative Art miliknya pada Rabu. Peluncuran ini menjadi puncak dari kerja keras selama nyaris dua dasawarsa nan diwarnai beragam rintangan.
"Saya terbiasa melakukan perihal nan mustahil. Namun, proyek nan satu ini nyaris mematahkan tekad saya," ujar Lucas saat memberikan kesempatan kepada awak media untuk memandang bagian dalam museum sebelum pembukaan resminya pada 22 September.
Sutradara berumur 82 tahun tersebut membangun kompleks museum ini berbareng sang istri nan juga mitra bisnisnya, Mellody Hobson. Ia menyebut akomodasi ini sebagai "candi seni milik rakyat".
"Sebagian dari masalahnya adalah lantaran saya seorang nan berlawanan arus. Saya tidak suka melakukan hal-hal nan menurut orang bisa dilakukan," tambah Lucas. "Saya terpesona untuk melakukan hal-hal nan menurut orang tidak bisa dilakukan."
Museum berdesain futuristik ini dibangun di atas lahan nan dulunya merupakan area parkir di samping University of Southern California, tempat Lucas menimba ilmu. Direktur Eksekutif Tracey Bates menyatakan bahwa ikatan emosional tersebut, dipadu dengan posisi Los Angeles sebagai pusat industri movie Amerika, menjadikan letak ini sebagai rumah nan ideal untuk proyek tersebut.
Di area pintu masuk, visitor disambut oleh kapal tempur kuning Naboo N-1 starfighter dari movie Star Wars: Episode I – The Phantom Menace (1999). Namun, dengan ruang pameran seluas lebih dari 9.300 meter persegi, koleksi museum ini menyajikan cakupan nan jauh lebih luas dari sekadar warisan waralaba Star Wars.
Lebih dari 30 galeri di dalamnya menampilkan karya seniman-seniman kenamaan seperti Banksy, Frida Kahlo, Jacob Lawrence, Charles White, dan Robert Colescott. Museum ini juga mengoleksi komik karya Winsor McCay, Jack Kirby, dan Frank Frazetta, hingga ilustrasi karya Norman Rockwell, Jessie Willcox Smith, dan N.C. Wyeth.
"Seni naratif adalah cerita nan diilustrasikan," jelas Bates. "Satu cerita nan dapat Anda lihat gambarnya dalam satu bingkai, dan tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut."
Lucas menegaskan keinginannya untuk menonjolkan karya para ilustrator melalui museum ini.
"Sebuah gambar sangat kuat, dan cerita juga sangat kuat. Jika Anda menggabungkannya, kedua komponen itu membentuk sebuah masyarakat," tutur Lucas. "Itulah argumen saya mau membangun ini, lantaran seni naratif menciptakan sekelompok orang dengan sistem kepercayaan bersama, dan sistem kepercayaan berbareng itu memungkinkan mereka bekerja sama, bukan saling membunuh."
Arsitek di kembali proyek ini, Ma Yansong, merancang museum dengan genting hijau nan menyatu dengan lanskap sekitarnya. Desain unik tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran masa depan sekaligus memantik rasa penasaran para pengunjung.
"Kami mau membikin arsitektur terlihat futuristik dan membikin orang penasaran. Bangunan apa ini?" kata Yansong. "Ada nan menyebut ini kapal luar angkasa, ada nan bilang ini awan, namun perihal itu membikin orang penasaran. Apa nan ada di dalamnya? Mereka mau menemukannya sendiri." (AFP/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·