Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Kampung Adat Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan Tradisi Nyemulak (Tanam Tiang) sebagai tanda pembangunan kembali Rumah Adat Sasak dan Masjid Sade nan sebelumnya ludes terbakar.
"Bulan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan nan terbaik, sehingga pembangunan rumah di kampung Adat Sade ini dimulai hari ini," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat aktivitas Nyemulak di Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Kamis (3/9).
Ia mengapresiasi para dermawan nan telah mendukung rekonstruksi Kampung Adat Sade, sehingga masyarakat kembali pulih dan bisa melaksanakan aktivitas seperti sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berambisi kepada masyarakat untuk terus mendukung rekonstruksi ini untuk kesejahteraan generasi penerus bangsa," katanya.
"Pelaksanaan rekonstruksi ini tetap dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan untuk kebaikan masyarakat," katanya.
Sementara itu Gubernur NTB Lalu M Iqbal mengatakan pemasangan tiang pancang pertama alias Nyemulak ini merupakan ikhtiar panjang dalam melakukan rekonstruksi Kampung Adat Sade .
"Dalam proses pembangunan ini kudu tetap sabar," katanya.
Gubernur juga meminta agar dibentuk satgas dan pembuatan rekening berbareng dalam pengelolaan bantuan, agar transparan lantaran banyak nan mau membantu proses rekonstruksi ini.
"Bantuan nan masuk dikumpulkan," katanya.
Ia juga meminta agar pembangunan museum semi permanen agar dipercepat sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali.
"Wisatawan nan datang bisa memandang corak Sade ini, lantaran proses rekonstruksi dimulai area ini ditutup," katanya.
Ia juga menekankan agar pembangunan Kampung Sade mengembalikan ke nilai awal, lantaran visitor datang mau memandang gedung nan bercerita tentang budaya masyarakat Sasak serta ritual nan ada di NTB.
"Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Ini proyek pertama pelestarian budaya di NTB," katanya.
Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade Lalu M Faozal mengatakan aktivitas ini dilaksanakan sesuai dengan hasil musyawarah dengan seluruh penduduk di Dusun Sade.
"Hari ini merupakan hari baik nan disepakati untuk pemasangan tiang pancang pembangunan Masjid dan Rumah Adat Sade," katanya.
Ia mengatakan jumlah rumah terdampak sebanyak 75 rumah adat, 8 berugak alias gazebo, 6 sekenam dan satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop.
"Seluruh proses pembangunan dimulai hari ini, namun tidak bisa diselesaikan dengan bersamaan, sehingga dibangun sesuai dengan perencanaan rekonstruksi nan lebih aman," katanya.
(antara)
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·