Genjot Pasokan Energi di Jatim, Pertamina Optimalkan Potensi Gas Pangkah

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Di tengah kebutuhan daya industri nan terus tumbuh, Pertamina menilai Wilayah Kerja Pangkah di Gresik, Jawa Timur menyimpan kesempatan untuk menghasilkan tambahan minyak dan gas bumi, sekaligus mengoptimalkan akomodasi nan telah tersedia. Langkah tersebut menjadi krusial lantaran Jawa Timur merupakan salah satu pedoman industri nasional.

Wilayah Kerja Pangkah dikelola SIPL, anak upaya PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) nan merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina. Selain mempertahankan produksi nan sudah berjalan, PGN Saka terus mencari kesempatan untuk menemukan persediaan baru dan meningkatkan nilai dari aset nan telah dimiliki.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan, keberadaan sumber gas nan dekat dengan pusat industri menjadi salah satu kelebihan nan perlu terus dioptimalkan, untuk menjaga kontinuitas pasokan daya bagi industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jawa Timur mempunyai pedoman industri nan sangat kuat. Karena itu, kontinuitas pasokan energi, khususnya gas bumi, perlu terus dijaga. Kami berambisi PGN Saka terus memperkuat kajian eksplorasi untuk menemukan persediaan gas baru," kata Oki dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Hal ini dia katakan saat melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Onshore Processing Facility (OPF) SIPL di Gresik, Jumat (7/8) nan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Oki berbareng jejeran manajemen PGN Saka meninjau sejumlah akomodasi di Wilayah Pangkah, termasuk Onshore Processing Facility dan LPG Plant.

Menurut Oki, upaya meningkatkan kontribusi Pangkah tidak hanya dilakukan dengan mencari persediaan baru. Infrastruktur nan sudah tersedia juga perlu dimanfaatkan secara maksimal agar aset tersebut dapat memberikan nilai lebih besar bagi ketahanan daya nasional.

"Kami mendiskusikan gimana prasarana nan sudah tersedia dapat dimanfaatkan semakin optimal. Ada beragam akomodasi nan sangat baik, termasuk LPG Plant, nan kami harapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi ketahanan daya Indonesia," ujar Oki.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan Pangkah dilakukan melalui dua jalur sekaligus: memaksimalkan produksi dan akomodasi nan sudah ada, serta mencari potensi persediaan baru untuk kebutuhan daya di masa mendatang.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada Maret 2026, SIPL menyelesaikan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah.

Hasil uji sumur menunjukkan laju alir awal mencapai 2.443 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) associated gas. Capaian tersebut melampaui sasaran awal perusahaan.

Hasil ini menjadi salah satu indikasi tetap terdapat kesempatan untuk meningkatkan nilai aset Pangkah melalui pengembangan lapangan dan aktivitas eksplorasi nan dilakukan secara terukur, termasuk menggarap potensi hidrokarbon.

"Kami mendapat berita positif mengenai potensi hidrokarbon nan cukup besar. Potensi tersebut perlu terus diperdalam melalui eksplorasi, ditingkatkan kematangan proyeknya, kemudian didorong menuju pengembangan hingga produksi sehingga dapat memberikan tambahan pasokan daya bagi Indonesia," ujar Oki.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi mengatakan optimasi dilakukan secara terintegrasi, baik pada akomodasi onshore maupun offshore, sembari terus membuka kesempatan pengembangan potensi migas baru.

"Kunjungan ini menjadi semangat bagi seluruh Perwira Saka untuk terus meningkatkan keahlian operasi serta memaksimalkan seluruh akomodasi nan kami miliki di Wilayah Pangkah, baik akomodasi onshore maupun offshore," kata Intan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai aset Pangkah, tetapi juga memperkuat kesiapan gas bumi dari dalam negeri untuk menopang kebutuhan industri dan perekonomian Jawa Timur serta ketahanan daya Indonesia.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance