Gencatan Senjata AS-Iran Dimulai, Mojtaba Khamenei Muncul Beri Pesan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin tertinggi Iran nan baru, Mojtaba Khamenei, tiba-tiba muncul dalam pesan tertulis terbarunya, Kamis malam waktu setempat di television pemerintah. Ia memberi pesan di tengah pembicaraan gencatan senjata nan bakal dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak menginginkan perang dengan AS dan Israel. Tetapi, tulisnya, negeri itu bakal melindungi hak-haknya sebagai sebuah bangsa.

"Kami tidak menginginkan perang dan kami tidak menginginkannya," katanya dalam pesan nan dibacakan wartawan setempat, beberapa minggu setelah ayahnya Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan AS dan Israel 28 Februari, hari pertama perang.

"Tetapi kami tidak bakal melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun, dan dalam perihal ini, kami menganggap seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan," tambahnya, nan tampaknya merujuk pada Lebanon di mana Israel bertempur dengan sekutu Teheran, Hizbullah.

Sebelumnya, Selasa lalu, AS dan Iran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu. Ini setelah ancaman "pemusnahan peradaban" dilontarkan Presiden AS Donald Trump akhir pekan.

Meski begitu, pembicaraan baru bakal dimulai di Pakistan hari ini. Pakistan menjadi mediator nan membawa 10 syarat perdamaian Iran ke AS, mulai dari pengelolaan Selat Hormuz, penghentian perang tak hanya di Iran tapi juga wilayah lain seperti Lebanon hingga Yaman, serta kewenangan pengelolaan uranium.

Gencatan senjata ini banget rapuh, apalagi setelah Israel menyerang Lebanon usai pengumuman gencatan senjata. Mengutip AFP, serangan nan dilaksanakan serentak ke 100 titik itu menewaskan 303 orang dan melukai 1.150 orang lainnya.

Sejumlah negara mengecam keras Israel seperti China dan Prancis. Beberapa meneriakkan pentingnya Lebanon masuk dalam klausul gencatan senjata.

AS sendiri bakal memfasilitasi pembicaraan Israel dan Lebanon pekan depan. Pengumuman itu datang ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan para menterinya untuk mencari pembicaraan langsung dengan Lebanon nan berfokus pada pelucutan senjata Hizbullah, proksi nan didukung Iran.

Sementara itu, Khamenei dalam kesempatan nan sama juga mengatakan kepada penduduk Iran bahwa mereka "tidak boleh membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan". Pengumuman gencatan senjata telah dilakukan tidak boleh menurunkan semangat nasionalisme.

"Suara Anda di ruang publik tidak diragukan lagi berpengaruh pada hasil negosiasi," katanya, menurut pesan nan disiarkan di televisi pemerintah.

Perlu diketahui, Mojtaba Khamenei, nan kemungkinan terluka dalam serangan nan menewaskan ayahnya, tetap belum terlihat di depan umum sejak pengangkatannya sebagai pemimpin. Ia telah mengeluarkan pernyataan tertulis, sebagian besar dibacakan oleh presenter di televisi pemerintah.

Presiden AS Donald Trump apalagi memperkirakan bahwa dia mungkin telah meninggal. Tetapi televisi pemerintah Iran mengatakan dia sedang pulih dari luka-lukanya dan memposting foto-fotonya, tanpa menyebut kapan foto-foto itu diambil.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News