Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |17:05 WIB

BMKG menyebut aktivitas gempa susulan di NTT memasuki fase peluruhan.
JAKARTA — Aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur diperkirakan tetap bakal berjalan hingga empat sampai enam bulan mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa aktivitas gempa susulan ini telah memasuki proses peluruhan setelah gempa utama.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa proses peluruhan ini dianalisis oleh BMKG secara saintifik menggunakan sejumlah metode. Menurutnya, aktivitas gempa susulan mendatang diperkirakan tidak bakal mempunyai kekuatan di atas magnitudo 5.
"Jadi berasas info tersebut, kami menyimpulkan bahwa aktivitas gempa-gempa di atas 5 itu sudah mulai meluruh ya, sudah tidak ada aktivitas gempa di atas 5," ujar Wijayanto saat konvensi pers, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, meski aktivitas gempa tetap terjadi, kekuatannya sekarang condong semakin kecil. Dalam satu minggu terakhir, BMKG tidak mencatat adanya gempa dengan magnitudo di atas 5. "Jadi gempa-gempanya itu terjadi di bawah magnitudo 4 ya," katanya.
Wijayanto menambahkan, sebagian besar gempa susulan apalagi berkekuatan di bawah magnitudo 4. Gempa dengan magnitudo mini tersebut umumnya hanya menimbulkan guncangan ringan alias apalagi tidak dirasakan oleh masyarakat.
"Jadi ini nan sangat signifikan, tadi sudah disampaikan gempa nan di bawah 3 ini nan kenapa kemarin gempanya sampai ribuan ya, apalagi sampai hari ini sampai lima belas ribu. Ini bisa kita lihat jadi kebanyakan itu gempanya nyaris 90%, 90% lebih itu gempa di bawah 4," ujar Wijayanto.
Karena itu, kata Wijayanto, aktivitas kegempaan tetap dapat terdeteksi oleh perangkat pemantau meski tidak lagi memberikan akibat signifikan kepada masyarakat.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·