Gempa Sigi Sulteng: 3 Warga Meninggal, 1.652 Rumah Rusak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Makassar, CNN Indonesia --

Korban meninggal bumi akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) bertambah menjadi tiga orang.

"Jumlah korban meninggal bumi saat ini menjadi tiga orang nan sebelumnya hanya satu orang," kata Kepala Bidang Bencana BPBD Sigi Ahmad Yani, Kamis (18/6).

Menurut Ahmad bahwa korban meninggal bumi berasal dari Desa Berdikari nan mempunyai riwayat penyakit. Namun, pada saat gempa terjadi korban terkena serangan jantung hingga dilarikan ke rumah sakit di Kota Palu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban ini belum masuk dalam laporan awal, lantaran saat proses pendataan tetap berjalan ketika info pertama dirilis," ujarnya.

Sedangkan korban dari Desa Kamarora, kata Ahmad, sempat mengalami tumbukan pada bagian perut saat gempa dan mempunyai riwayat penyakit tumor.

"Kedua korban sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Torabelo dan RS Bala Keselamatan," jelasnya.

Berdasarkan info BPBD Sigi, gempa bumi berakibat pada 2.109 kepala family (KK) alias 6.412 jiwa.

"Selain tiga korban meninggal dunia, ada 91 orang mengalami luka ringan dan 17 luka berat," sebutnya.

Kemudian kerusakan akibat gempa itu tercatat ada 1.652 rumah penduduk terdampak terdiri 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang dan 69 rusak berat.

Menurut Ahmad wilayah terdampak cukup luas sejumlah desa di Kecamatan Palolo, Nokilalaki, Tanambualava dan Lindu.

"Desa Kamarora A menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terdampak terbanyak mencapai 1.511 jiwa, disusul Desa Kamarora B dengan 377 jiwa," ungkapnya.

Dampak gempa itu juta merusak beberapa akomodasi umum seperti 9 kantor, 44 rumah ibadah nan terdiri dari 10 masjid dan 34 gereja serta 13 gedung sekolah.

"Hingga saat ini, proses pendataan tetap terus dilakukan, lantaran laporan dari sejumlah wilayah terdampak tetap terus masuk ke posko BPBD," pungkasnya.

(mir/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional