Gempa M 7,8 Guncang Filipina, Korban Tewas Bertambah Jadi 53 Orang

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gempa M 7,8 Guncang Filipina, Korban Tewas Bertambah Jadi 53 Orang Sebuah gedung rusak akibat gempa bumi magnitude 7,8 di Kota General Santos, Filipina, Senin (8/6/2026).(ANTARA FOTO/Xinhua)

JUMLAH korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 nan mengguncang lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, dilaporkan meningkat menjadi 53 orang pada Rabu (10/6). Otoritas setempat menyatakan operasi pencarian dan pemindahan tetap terus berjalan di tengah ancaman gempa susulan.

Juru bicara Biro Perlindungan Kebakaran Filipina, Anthony Arroyo, mengonfirmasi bahwa 53 jenazah telah ditemukan, meski beberapa di antaranya tetap dalam proses identifikasi. Berdasarkan info Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina, sebanyak 487 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat musibah tersebut.

Gempa nan terjadi pada Senin (8/6) pukul 07.37 waktu setempat itu berpusat di lepas pantai Provinsi Sarangani. Guncangan dahsyat ini memicu sedikitnya 10 kejadian tanah longsor nan menimbun permukiman warga. Di Barangay New Aklan, Sarangani, sebanyak 13 penduduk dilaporkan tertimbun material longsor, sementara tim penyelamat tetap mencari 17 orang lainnya nan dinyatakan hilang.

Dampak kerusakan prasarana tercatat sangat masif. Bencana ini merusak 18 jembatan, 41 ruas jalan, dan 238 akomodasi publik. Selain itu, sekitar 130.000 pengguna mengalami pemadaman listrik total, dan jasa air bersih terganggu di sejumlah wilayah terdampak.

Sektor pendidikan juga terdampak signifikan. Departemen Pendidikan Filipina mencatat gempa ini memengaruhi sekitar 6.224 sekolah nan melibatkan lebih dari 3,2 juta siswa serta 128.000 tenaga pendidik. Hingga saat ini, lebih dari 149.000 orang terdampak secara keseluruhan, dengan 41.000 penduduk terpaksa mengungsi ke tempat nan lebih aman.

Pemerintah Filipina telah menyalurkan support darurat awal senilai 4,8 juta peso Filipina alias setara dengan Rp1,4 miliar. Petugas medis di wilayah terdampak dilaporkan terpaksa merawat pasien di tenda-tenda darurat lantaran kekhawatiran bakal keamanan struktur gedung rumah sakit akibat gempa susulan nan tetap terus terjadi. (Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia