Gelar Konferensi Imam Besar Internasional, IPIM: Sebar Toleransi-Perdamaian

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Jakarta -

Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) menggelar Seminar Nasional dan Istighotsah di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Sulawesi Selatan. Hal ini dalam rangka persiapan penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.

Ketua Steering Committee sekaligus Dewan Pengurus Pusat IPIM, Irjen Sabilul Alif, mengatakan aktivitas tersebut merupakan bagian dari program "Bridging Road to IGIC 2026" nan bermaksud memperkenalkan sekaligus menyatukan visi para pemimpin menjelang konvensi internasional tersebut.

"Sulawesi Selatan menjadi salah satu tahapan krusial dalam sosialisasi menuju konvensi tersebut," ujar Sabilul Alif dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, IGIC 2026 mengangkat tema Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace nan menekankan pentingnya peran pemimpin dalam membangun harmoni sosial, memperkuat toleransi, dan menyebarkan pesan perdamaian di tengah masyarakat. Ia menilai pemimpin mempunyai posisi strategis lantaran bergesekan langsung dengan umat hingga ke tingkat paling bawah.

Karena itu, para pemimpin tidak hanya berkedudukan sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga menjadi pemasok moderasi berakidah dan perekat persatuan bangsa. "Melalui aktivitas ini kami mau menyatukan visi para pemimpin bahwa mereka mempunyai misi besar untuk menyebarkan toleransi dan perdamaian. Masjid kudu menjadi pusat harmoni dan penguatan persatuan masyarakat," katanya.

Dalam seminar tersebut, beragam unsur dihadirkan mulai dari pemerintah, BNPT, tokoh agama, akademisi, hingga abdi negara keamanan. Kehadiran beragam pihak tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menghadapi beragam tantangan sosial nan berkembang di masyarakat.

Sabilul Alif menyoroti pentingnya perhatian terhadap generasi muda nan bakal menjadi penentu masa depan bangsa. Menurutnya, tantangan berupa radikalisme, intoleransi, penyalahgunaan teknologi informasi, hingga krisis nilai kudu diantisipasi sejak awal melalui pendidikan dan pembinaan nan berkelanjutan.

"Anak-anak muda adalah generasi nan bakal memimpin Indonesia Emas 2045. Karena itu mereka kudu mendapatkan pendampingan dan pendidikan nan baik sejak sekarang," ujarnya.

Ia menambahkan, masjid mempunyai kekuatan besar dalam proses pembinaan generasi muda lantaran keberadaannya menjangkau nyaris seluruh wilayah Indonesia, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa. Karena itu, para pemimpin didorong untuk membangun kerjasama dengan pemerintah daerah, abdi negara keamanan, tokoh masyarakat, dan beragam komponen lainnya dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya toleransi, kebangsaan, dan perdamaian.

Selain penguatan kapabilitas imam, Sabilul Alif juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan pemimpin masjid. Menurutnya, perhatian terhadap pemimpin tidak hanya menyangkut aspek tugas keagamaan, tetapi juga kesejahteraan family mereka.

"Kita mau pemimpin bisa konsentrasi menjalankan tugasnya membina umat. Karena itu kesejahteraan pemimpin dan keluarganya juga perlu menjadi perhatian bersama," katanya.

Ia mengapresiasi sejumlah pemerintah wilayah nan telah memberikan perhatian kepada para pemimpin melalui beragam program pembinaan dan penghargaan. Namun ke depan, support terhadap family pemimpin juga perlu diperkuat melalui akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui rangkaian Road to IGIC 2026, IPIM berambisi pesan toleransi, harmoni, dan perdamaian dapat menjangkau hingga tingkat masjid, desa, dan organisasi masyarakat di seluruh Indonesia. Sabilul Alif optimistis konvensi internasional tersebut bakal menjadi momentum krusial untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat peradaban Islam moderat nan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan perdamaian dunia.

"Melalui konvensi ini, Indonesia mau menunjukkan kepada bumi bahwa harmoni, toleransi, dan perdamaian adalah fondasi kehidupan berbangsa dan beragama. Indonesia siap menjadi contoh gimana Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh alam," pungkasnya.

(isa/aud)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News