Gekrafs Resmi Lantik Perwakilan dan Buka Peluang Kolaborasi Ekraf di Asia Tengah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gekrafs Resmi Lantik Perwakilan dan Buka Peluang Kolaborasi Ekraf di Asia Tengah Ilustrasi(Dok Gekrafs)

GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) terus memperluas langkah strategis dalam membawa ekonomi imajinatif Indonesia di kancah global. Melalui rangkaian Creative Economy Diplomatic Mission 2026, Gekrafs memperkuat hubungan Indonesia dan Kazakstan melalui kerjasama ekonomi kreatif, inovasi, serta kesempatan kerja sama lintas negara.

Agenda nan berjalan di Diplomat Hotel, Astana, Kazakstan, beberapa waktu lampau ini menjadi momentum krusial dalam mempererat hubungan kedua negara melalui pendekatan produktivitas dan pemberdayaan potensi masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian, Staf Khusus Presiden Kazakstan Abayeva Arailym, jejeran pengurus DPP Gekrafs, diaspora Indonesia, mahasiswa nan tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), pengusaha Kazakstan, organisasi kreatif, serta beragam stakeholder strategis lainnya.

Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan bahwa kehadiran Gekrafs di Kazakstan menjadi langkah krusial untuk membangun konektivitas antara pelaku ekonomi imajinatif Indonesia dengan jejaring internasional. Menurutnya, Kazakstan mempunyai potensi besar untuk menjadi mitra strategis Indonesia. Kehadiran DPLN Gekrafs Kazakstan diharapkan bisa menjadi jembatan kerjasama nan menghadirkan faedah nyata bagi masyarakat kedua negara.

“Gekrafs Kazakstan ini kudu bisa menjadi pipeline gimana mendistribusikan kebermanfaatan, baik itu untuk masyarakat Kazakstan maupun masyarakat Indonesia nan ada di Kazakstan. Harapan besar saya, Gekrafs Kazakstan bisa menjadi salah satu DPLN Gekrafs terbaik lantaran potensinya besar sekali,” ujar Kawendra dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Kawendra menambahkan, ekonomi imajinatif menjadi sektor nan mempunyai ruang pertumbuhan sangat luas lantaran datang dalam beragam aspek kehidupan masyarakat.

“Rasanya teman-teman di Kazakstan ini setiap hari tidak lepas dari sektor ekonomi kreatif. Tentu hubungan Indonesia dengan Kazakstan selama ini sudah sangat baik, mudah-mudahan dengan hadirnya Gekrafs hubungan kedua negara semakin kuat dan semakin banyak kebermanfaatan nan bisa dihadirkan bersama,” lanjutnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Kazakstan, Abayeva Arailym, juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Gekrafs nan dinilai dapat menjadi wadah baru dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Kazakstan, khususnya melalui produktivitas dan penemuan antar masyarakat.

“Indonesia dan Kazakstan mempunyai hubungan persahabatan nan terus berkembang. Kami percaya kerja sama nan dibangun melalui produktivitas dapat membuka kesempatan baru serta mempererat hubungan kedua negara,” ucap Abayeva.

Menurut Abayeva, sektor ekonomi imajinatif mempunyai peran krusial dalam perkembangan masa depan lantaran melibatkan talenta muda serta keberagaman budaya.

“Kazakstan selalu terbuka untuk beragam corak kerjasama nan memberikan akibat positif. Kami berambisi kehadiran Gekrafs dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia dan Kazakstan untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama,” tambahnya.

Pelantikan DPLN Gekrafs Kazakstan sendiri menjadi bagian dari misi besar Gekrafs dalam memperluas jaringan ekonomi imajinatif Indonesia secara global. Kehadiran jaringan internasional ini diharapkan bisa membuka akses lebih besar bagi karya, talenta, dan penemuan Indonesia untuk semakin dikenal dunia. 

Dalam penyelenggaraannya, Creative Economy Diplomatic Mission 2026 didukung oleh official collaborator Bank BNI, serta support dari Telkomsel, KBRI Azerbaijan, dan KBRI Kazakstan.

Melalui aktivitas ini, Gekrafs menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi ekonomi imajinatif Indonesia. Kolaborasi Indonesia dan Kazakstan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan kesempatan kerja sama nan berkepanjangan serta memberikan faedah luas bagi masyarakat kedua negara. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia