Geger! Paus Leo XIV Datangi Spanyol, Mau Skakmat Kebijakan Trump?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Paus Leo XIV dijadwalkan tiba pada hari Sabtu untuk memulai perjalanan dinas resminya di Spanyol nan bakal berjalan mulai tanggal 6 hingga 12 Juni 2026. Dalam kunjungan perdananya ke negara tersebut, pemimpin tertinggi umat Katolik ini bakal berfokus penuh pada rumor penanganan imigran serta polarisasi politik nan tengah terjadi. Langkah strategis dari paus pertama asal Amerika Serikat ini diprediksi kuat bakal memperkokoh posisi kepausannya sebagai kekuatan penyeimbang nan menentang kebijakan keras dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Rangkaian agenda sang pontifex di Spanyol terbilang sangat padat, di mana beliau direncanakan mendatangi sejumlah pusat penampungan imigran, berpidato di hadapan parlemen Spanyol, hingga mengunjungi basilika ikonik Sagrada Família di Barcelona. Selain misi sosial dan politik tersebut, Paus Leo XIV juga dijadwalkan melakukan pertemuan unik nan berkarakter tertutup dengan para korban penyintas kasus pelecehan seksual nan melibatkan oknum klerus gereja, sebagaimana mengutip laporan mendalam dari CNN International, Sabtu, (06/06/2026).

Kedatangan pemimpin takhta suci ini ke Spanyol merupakan pemenuhan atas undangan resmi dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, sosok nan dikenal vokal menentang kebijakan perang Presiden Trump di Iran dan konsisten menerapkan kebijakan ramah imigran.

Hubungan dekat keduanya tercermin saat Sánchez memihak paus kelahiran Chicago tersebut dari kritik tajam Trump mengenai rumor perang pada April lalu, dengan menegaskan perbedaan kontras prinsip di antara kedua pemimpin bumi itu.

"Sementara beberapa orang menabur perang, Leo XIV menabur perdamaian," ujar Sánchez dalam pembelaannya terhadap sang paus.

Selama beberapa pekan terakhir, Paus Leo XIV memang terus menyuarakan penolakan keras terhadap perang dan mengecam penggunaan narasi kepercayaan sebagai perangkat pembenaran bentrok militer. Sejak terpilih menjadi pemimpin gereja universal pada Mei tahun lalu, rumor migrasi dan nasib pengungsi langsung ditempatkan sebagai skala prioritas tertinggi dalam agenda kepausannya.

Melalui arsip teologis utama perdananya nan diterbitkan bulan lalu, dia menegaskan sikap moral gereja dalam memandang kejadian pengungsian global. Paus apalagi tidak ragu melayangkan kritik menohok terhadap langkah negara asalnya memperlakukan para pencari suaka.

"Menyambut migran dan pengungsi adalah 'tes lakmus' bagi keadilan sosial," tulis Paus Leo XIV dalam arsip tersebut, sembari secara langsung mencap perlakuan terhadap imigran di Amerika Serikat sebagai tindakan nan "tidak manusiawi."

Dalam penerapan misinya di Spanyol, Paus Leo XIV bakal terbang menuju Kepulauan Canary, sebuah wilayah kepulauan Spanyol di lepas pantai barat laut Afrika nan sekarang menjadi pintu masuk utama bagi para pengungsi nan mencoba menembus Eropa. Selama berada di Gran Canaria dan Tenerife, beliau bakal berbincang langsung dengan para imigran serta organisasi lokal nan berupaya mengintegrasikan mereka ke masyarakat, sekaligus memberikan penghormatan bagi para korban nan tewas di laut dalam pelayaran rawan menuju Eropa.

Di sisi lain, Spanyol sendiri saat ini mempunyai suasana politik nan sangat terpolarisasi, mirip dengan kondisi di Amerika Serikat. Paus Leo XIV bakal berhadapan langsung dengan arus kemitraan politik nan rumit tersebut saat dirinya mencetak sejarah sebagai paus pertama nan berpidato di hadapan kedua bilik parlemen Spanyol sekaligus.

Saat ini, pemerintahan sayap kiri ketua Sánchez tengah didera beragam skandal korupsi, sementara ketenaran partai sayap kanan nasionalis-populis Vox justru semakin meroket di kalangan pemilih. Seorang guru besar sejarah dan hubungan internasional menilai bahwa pemerintah Spanyol bakal mencoba memanfaatkan momentum kehadiran paus demi memperbaiki gambaran politik mereka di mata publik.

"Pemerintah nan saat ini menghadapi periode penurunan politik nan dipercepat dan dikepung oleh beragam skandal korupsi bakal berupaya menampilkan dirinya, berbareng paus, sebagai pihak nan berada di 'sisi sejarah nan benar' dalam isu-isu seperti penolakan terhadap perang di Iran dan kebijakan migrasinya," ujar Emilio Sáenz-Francés selaku Profesor Sejarah dan Hubungan Internasional di Comillas Pontifical University, Madrid.

Namun, Sáenz-Francés memberikan peringatan bahwa agenda politik domestik ini bisa berbalik menjadi bumerang bagi sang perdana menteri jika paus memilih bersuara lantang mengenai rumor moralitas kekuasaan.

"Dalam konteks seperti itu, pesan kepausan apa pun nan menyangkut etika politik, integritas publik, alias korupsi dapat dengan mudah berbalik menyerang pemerintah daripada memperkuat posisinya," Sáenz-Francés menambahkan.

Menurut kajian Sáenz-Francés, Paus Leo XIV memerlukan tingkat kepintaran politik nan luar biasa tinggi untuk menavigasi ketegangan ini. Keberhasilan kunjungan ini bakal sangat berjuntai pada keahlian sang paus untuk mengatasi lingkungan Spanyol nan terpolarisasi parah dan berbincang kepada kepentingan masyarakat nan jauh lebih luas.

Meskipun Sánchez sejalan dengan pandangan paus mengenai rumor perang dan migrasi, kabinetnya sendiri kerap berbenturan keras dengan Gereja Katolik lokal di Spanyol mengenai undang-undang aborsi dan hak-hak LGBTQ+. Hubungan pemerintah dan otoritas gereja setempat juga sempat menegang akibat perdebatan seputar pembangunan monumen peringatan bagi mantan diktator Jenderal Francisco Franco.

Kendati demikian, Paus Leo XIV nan fasih berkata Spanyol dinilai tidak bakal canggung menghadapi dinamika tersebut lantaran sudah puluhan kali mengunjungi Spanyol serta mempunyai darah keturunan Spanyol dari pihak ibunya. Seorang mantan ahli bicara kepausan menegaskan bahwa penguasaan bahasa dan rekam jejak tugas sang paus di Peru bakal mempermudah jalannya proses diplomasi nan rumit ini.

"Paus Leo berbincang bahasa Spanyol dengan sangat baik sehingga tidak bakal ada nan lenyap dalam terjemahan," ujar Paloma García Ovejero selaku mantan ahli bicara kepausan nan sekarang menjabat sebagai Head of Media untuk lembaga kebaikan Katolik Mary's Meals International.

García Ovejero meyakini bahwa kefasihan linguistik tersebut merupakan modal krusial bagi paus untuk membedah beragam persoalan sensitif di Spanyol tanpa ada sekat pembatas komunikasi.

"Dan itu adalah kunci ketika Anda berbincang tentang beberapa masalah rumit: polarisasi, imigrasi, gesekan antara gereja dan negara. Namun dia telah menunjukkan bahwa dia tidak takut untuk mendalami pertanyaan-pertanyaan sensitif," kata García Ovejero menegaskan.

Kunjungan ke Spanyol ini sekaligus menandai lawatan besar pertama Paus Leo XIV ke daratan Eropa sejak resmi terpilih, sekaligus menjadi kunjungan kepausan pertama ke negara tersebut sejak tahun 2011 silam setelah pendahulunya, Paus Fransiskus, tercatat sama sekali belum pernah mengunjungi Spanyol.

Meskipun arus sekularisasi di Spanyol tergolong tinggi, García Ovejero menyebut bahwa akar tradisi Katolik di negara tersebut tetap sangat kuat dan terlihat dari tingginya nomor partisipasi jemaat di gereja.

"Memang betul bahwa Spanyol sebagian sangat sekuler. Namun Spanyol juga merupakan salah satu negara Eropa dengan tingkat kehadiran di gereja nan paling tinggi," ungkap García Ovejero.

Setelah menyelesaikan agenda diplomasinya di Madrid, Paus Leo XIV bakal bertolak menuju wilayah otonom Catalonia untuk mengunjungi mahakarya arsitek Antoni Gaudí, Sagrada Família, guna meresmikan Menara Yesus Kristus nan baru. Di letak tersebut, paus bakal memimpin seremoni Misa kudus nan bertepatan dengan momentum peringatan satu abad kematian sang arsitek legendaris Gaudí.

Guna merangkul antusiasme generasi muda Eropa nan sekarang kembali menunjukkan tren kesukaan tinggi terhadap gereja, paus juga dijadwalkan menggelar pertemuan akbar di Stadion Santiago Bernabéu, markas klub sepak bola Real Madrid. Uskup Agung Madrid apalagi memberikan sinyal kejutan mengenai kemungkinan keterlibatan musisi rap terkenal asal Puerto Riko, Bad Bunny, nan kebetulan sedang menggelar konser di Madrid dan dikenal mempunyai kesamaan visi dengan paus dalam menentang kebijakan imigrasi ketat penegak norma Amerika Serikat.

Di sisi lain, Paus Leo XIV tetap memegang prinsip teguh bahwa lembaga Gereja Katolik kudu berani menghadapi sisi kelam masa lalunya sendiri jika mau tetap diakui sebagai bunyi moral bumi nan kredibel.

Langkah ini dibuktikan melalui ensiklik terbarunya nan memuat permohonan maaf resmi atas kegagalan masa lampau gereja dalam mengutuk praktik perbudakan.

Di Spanyol sendiri, lembaga gereja sempat diguncang dahsyat oleh laporan komisi independen tahun 2023 nan mengungkap adanya lebih dari 400.000 korban pelecehan oleh oknum klerus dan awam sejak beberapa dasawarsa silam. Melalui kunjungan kemanusiaan ini, Paus Leo XIV berkomitmen penuh untuk merangkul para penyintas demi memulihkan luka masa lampau gereja secara langsung.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News