Gedung bulu tangkis Hogwan nan berada di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah roboh pada Minggu (30/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Tiga orang meninggal bumi usai tertimpa material bangunan.
Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardianto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, gedung nan roboh berada di wilayah RT 05/RW 03, Desa Dukuhturi. Material gedung nan roboh menimpa tiga unit rumah nan berada di bagian depan gedung.
Warga sekitar letak mendengar bunyi dentuman keras. Mereka kemudian keluar rumah dan menyaksikan gedung gedung bulu tangkis roboh. Warga di sekitar kejadian menemukan dua orang anak tertimpa reruntuhan bangunan.
Kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke akomodasi kesehatan di wilayah Bumiayu. Kedua korban merupakan anak-anak nan tinggal di sekitar letak kejadian.
"Dua korban pertama nan ditemukan merupakan anak-anak. Petugas berbareng penduduk kemudian melakukan pemindahan dan membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," kata AKP Edi Mardianto.
Selanjutnya, pada proses pemindahan TNI-Polri, Tim SAR, BPBD Kabupaten Brebes, serta masyarakat terus melakukan pembersihan material bangunan. Petugas campuran hendak memastikan tidak ada korban lain nan tetap tertimbun reruntuhan.
Upaya pencarian dan pembersihan puing berjalan hingga sekitar pukul 13.00 WIB. Petugas kembali menemukan satu korban nan tertimpa material gedung dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Korban ketiga diketahui berjulukan Kajat (82) berjenis kelamin laki-laki penduduk Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bumiayu.
AKP Edi Mardianto menambahkan, total korban meninggal bumi akibat gedung bulu tangkis Hogwan nan roboh menjadi tiga orang. Terdiri dari dua anak-anak itu dan satu orang lansia.
"Kami menyampaikan duka cita nan mendalam kepada family korban. Proses pemindahan dan pencarian dilakukan bersama-sama oleh TNI, Polri, Tim SAR, BPBD, dan masyarakat. Kami juga mengimbau penduduk agar tetap berhati-hati dan tidak mendekati letak gedung nan tetap berpotensi membahayakan," imbuh Edi.
Selain menyantap korban jiwa, peristiwa tersebut juga mengakibatkan kerugian materiil. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Polsek Bumiayu berbareng unsur mengenai tetap melakukan penanganan di lokasi. Termasuk pendataan, pemeriksaan saksi, serta memastikan kondisi sekitar letak kejadian tetap kondusif guna mencegah terjadinya korban tambahan.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Brebes Iptu Syaiful Hidayat mengimbau kepada penduduk sekitar nan melintas di sekitar letak kejadian untuk meningkatkan kewaspadaan.
Terlebih, kondisi gedung sudah berumur tua. Sehingga dikhawatirkan tetap terdapat bagian gedung nan rawan roboh.
"Kami mengimbau ke masyarakat nan melintas di sekitar letak untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta tidak mendekati area gedung nan roboh," terangnya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat tidak memasuki alias berada terlalu dekat dengan letak kejadian selama proses pembersihan dan penanganan.
"Kami meminta penduduk untuk tidak mendekati alias memasuki area nan telah diberi pemisah oleh petugas. Apabila memandang kondisi gedung alias material nan berpotensi roboh, segera menjauh dan melapor ke petugas," imbuhnya.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·